Jaehyun harus menempuh waktu lebih dari satu jam untuk sampai ke tempat yang dimaksud. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Pikirannya tidak tenang.
Seseorang dibalik semua ini pasti telah merencanakan semuanya dengan begitu rapi. Bahkan ia sudah mempersiapkan sebuah tempat terpencil yang sulit dijangkau.
Jaehyun dengan terburu-buru keluar dari mobil. Ia harus berjalan menembus semak-semak tinggi untuk sampai di bangunan bekas sekolah itu.
Setelah berjuang menerobos semak-semak, kini ia bisa melihat bangunan yang tidak terlalu besar. Tampak tidak terawat.
Jaehyun berlari memasuki bangunan.
"TAEYONG!"
.
.
재용
.
.
"TAEYONG!"
Lelaki cantik itu tersentak saat mendengar teriakan di luar ruangan. Ia menggerakkan tangannya yang terikat. Dengan tenaga yang tersisa, ia berusaha membuka ikatan tali dibelakang tubuhnya.
"Jangan banyak bergerak, hyung. Tanganmu akan sakit." Lelaki jangkung itu berdiri dengan tenang didekat jendela.
"JAEHYUN!" teriaknya. Ia berharap lelaki itu bisa menemukannya.
"Dia sedang sibuk, hyung." Mingyu berjalan kearah lemari disampingnya. Ia membukanya kemudian mengeluarkan sebuah kotak.
Jantung Taeyong seolah berhenti saat mendengar bunyi 'klik' dari benda dihadapan lelaki itu.
"Ini akan menambah keseruan kita, hyung." Mingyu menyeringai saat membawa sebuah kotak ke hadapan Taeyong. Tepat diatas kotak tersebut, terdapat sebuah angka yang menghitung mundur.
04.46
04.45
04.44
04.43
04.42
"Mingyu, kumohon." Taeyong tampak panik melihat angka itu terus berjalan mundur.
"Untuk apa kau memohon, hyung?" Mingyu memiringkan kepalanya. Senyum miring masih menghiasi wajah tampannya.
"Hentikan semua ini. Lepaskan aku." Taeyong menggerakkan tangannya semain brutal. Ia tidak perduli pergelangan tangannya akan terluka.
"Hm. Tidak." jawabnya dingin.
"Kurasa kita sampai disini saja, hyung." Mingyu membuka pintu. Sebelum benar-benar keluar dari ruangan, ia berbalik. "Aku akan meninggalkanmu disini, hyung. Aku tidak akan mengganggumu lagi. Berbahagialah." Lelaki itu tersenyum tipis di akhir kalimatnya.
Pintu tertutup. Bahkan Taeyong mendengar bunyi 'klik' dua kali. Ia semakin menggerakkan tangannya dengan kasar. Berharap dengan begitu tali itu bisa terlepas.
Rasa perih menjalari kedua tangannya. Usahanya sia-sia. Tali itu mengikatnya dengan kuat. Matanya melirik kotak didepannya.
04.08
04.07
04.06
Taeyong semakin panik. Air mata mulai mengaburkan pandangannya. Ia tidak ingin mati dengan cara ini.
'Jaehyunie'
.
.
재용
YOU ARE READING
Once Again (Jaeyong)
FanfictionMain Pair : Lee Taeyong X Jung Jaehyun Rate : NC-18 Chapter : 26 Chapters Completed Disclaimer : Remake version of movie titled 'Love, Rosie' ➖Yaoi, Friendzone, AU, Mpreg, Parenthood➖ Kau tau, memilikimu dalam hidupku saja aku sudah sangat bersyukur...
