Aku melihatnya
Dibawah cahaya rembulan kemudian tersenyum sambil menulis sesuatu di buku kesayangannya
Buku berwarna coklat lusuh dengan gambar kupu kupu melengkapi covernya
Mengapa dia begitu manis ketika tersenyum seperti itu
Oh Tuhan.. Tolong biarkan aku melihatnya tetap seperti itu
Jangan biarkan senyuman itu luntur
Sekejap aku merasa duniaku berhenti ketika ia menoleh dan tersenyum padaku
Dia menfangkat tangannya dan melakukan gerakan yang aku tidak tahu itu apa
Dia yang tahu aku tidak mengerti maksud nya membuka kembali bukunya dan menulis sesuatu disana
Ia menyobek salah satu halaman bukunya dan mengangkat nya tinggi tinggi
"Kamu liatin aku dari tadi ya?"
Kurang lebih itu yang ditulisnya. Aku mengangguk dan memperkenalkan namaku.
"Aku Reihan Agni Dirgata panggil aku Rei"
Dia tersenyum. Ia kembali mengankat tangannya dan melakukan beberapa gerakan dan tentu saja aku tidak mengerti apa maksudnya
"Aku Diana Rafasya Amanda"
Aku tahu itu setelah dia membentuk sebuah gerakan yang kutahu.
"Kamu manis Di"
Dia tersipu. Dia membuka kembali buku itu dan menulis sesuatu disana.
"Makasih Rei...tapi aku cacat"
Setelah membacanya aku baru tahu jika dia tidak bisa berbicara.
Matanya menyorotkan sebuah kesedihan
Aku mendekati dua bangku lebih dekat padanya dan duduk disana.
Beruntung saat itu hujan jadi, di halte tak ada siapapun selain kami berdua
Aku tersenyum dan berkata
"Aku ga peduli...kita teman mulai sekarang"
Dia tersenyum sumringah
Dia mengangguk dengan cepat
Itu lah yang ku ingin kan, jangan sampai senyum itu hilang.
Aku ingin senyum itu terus terlihat di eajah manisnya
YOU ARE READING
sshh.....
Randomsaling melengkapi kekurangan masing masing... itulah gunanya kekasih
