"eonnie, kau yakin akan bekerja disana?? Jaraknya cukup jauh dari sini. Lebih baik kau berusaha mencari lagi saja disini. Otthe?? "
"Harus sampai kapan aku mencari disini?? Aku sudah 3 bulan menjadi pengangguran dan tabungan kita mulai menipis. Sudahlah jangan pikirkan apa-apa lagi. Kau fokus saja sekolah dan biarkan aku bekerja dengan tenang ok?? Lagipula pekerjaanku hanya mengasuh anak itu tidak akan sulit. Uangnya akan aku transfer padamu" sang kaka mulai mengemasi kembali pakaiannya dan sang adik hanya mengangguk lemah mendengar penuturan kakaknya.
Boram pov
Kini aku berada di bus yg menuju kepinggiran kota Seoul. Aku kemari untuk bekerja sebagai seorang pengasuh anak. Awalnya aku sempat ragu untuk pekerjaan ini, tapi melihat keadaanku yang baru saja dipecat dan tabunganku mulai menipis, terpaksa aku melamar pekerjaan disini.
Aku sudah sampai disebuah rumah yang sangat besar, mungkin ini 10 kalinya rumah kontrakan kecil yang aku dan adikku tempati.
Aku mulai sadar dari lamunanku dan kembali melangkah ke rumah besar ini.
Teet.... teet....
Kupencet bel dan terdengar suara seseorang dari interkom
'Ne? Nuguseyo?'
'Permisi... Aku Boram, Jeon Boram. Aku pengasuh baru untuk keluarga Park'
Deg... deg... deg...
Sungguh aku gugup, bagaimana jika keluarga Park menyebalkan? Bagaimana jika anak mereka bandel?? Ah jinjja... apa aku pulang saja ya?
Saat aku akan berbalik pulang, tiba-tiba pintu gerbang terbuka
Ceklek
Terlihat seorang ahjumma dengan pakaian maidnya membukakan gerbang dan tersenyum padaku
"Silahkan masuk."
"Nde, gamsahamnida"
Benar apa yang ku pikirkan bahkan halamannya sangat luas.
"Tuan dan nyonya Park kebetulan sudah menunggu anda diruang tamu." maid itu mengantarku kedalam rumah.
"Tunggu... seperti apa keluarga Park? maksudku apa mereka ramah??" Tanyaku was was, berusaha seramah mungkin untuk mencari tahu.
"Kau khawatir? Tenang saja, mereka sangat baik." dia kembali tersenyum lembut padaku.
"Lalu, bagaimana dengan anak mereka?? "
Tiba tiba senyumnya memudar
"Lee ahjumma? mana pengasuh barunya?"
Deg....
"Ini nyonya."
Aku hanya membungkuk sopan
"Ahjumma kau bisa pergi sekarang." Ucap wanita cantik yang aku tebak adalah Nyonya Park.
Setelah ahjumma pergi,
"Kau Boram, Jeon Boram?" Tanya Tuan Park dengan nada ramah.
"Nde..."
"Jangan takut kami tidak akan memakanmu. Kau tau kan jika kau bekerja disini, maka kau juga akan tinggal disini. Dan gajimu akan kami berikan sebulan sekali"
Aku hanya mengangguk. Aku menerima tawaran ini karna memang gaji yang mereka tawarkan cukup besar.. lagi pula ini hanya mengurus seorang bayi atau balita. Pasti tak akan sulit.
"Ok sekarang lebih baik kita keatas dan melihat anak kami"
Aku mengikuti mereka menuju kelantai atas
