Prolog

121 12 0
                                        


Cuaca pagi yang sangat mendukung sekali di kota lagoon, disambut hangatnya mentari dari arah timur yang menerangi seluruh kota, dan juga suara burung dengan kicaunya berpindah dari pohon kepohon lainnya.

Terlihat garis senyuman yang terpancar dari bibir kecil xinlong,  yang sedang berlari dengan skeatboartnya ditepi jalan kota,  menuju sekolahnya sambil menikmati udara sejuk dikota lagoon dan tak lupa juga dengan earphone yang mengantung dileher.

Di tempat lain pula seorang anak laki" sedang berlarian mengejar kendaraan yang berwarna kuning melaju cepat, dengan sekuat tenaga ia berlari sambil memukul-mukul samping bagian dari bus tersebut untuk berhenti.

Tetapi kesialan menghampiri dirinya,  bus yang ia kejar meninggalkanya karna ia tidak bisa mengimbangi badannya sehingga terjatuh dan bus tersebut sudah lenyap  dari penghujung jalan.

Dengan malas ia berjalan kaki sambil menendang krikil yang tak berdosa kesembarang arah, krikil tersebut mengelinding tak tentu arah, dan akhirnya krikil itu berhenti mengelinding dibawah mobil silver yang berhenti didepannya.

Sepasang kaki turun dari kendaraan tersebut, dari arah bawah terlihat dua pasang sepatu yang bermerek terpasang  dikaki panjangnya, beralih kearah atas terlihat juga seragam rapi yang membalut tubuh kecilnya, lebih tepatnya seragam yang ia kenakan mirip seperti seragam anak laki-laki tadi, dan terakhir beralih kebagian paling atas, ya wajah anak itu, dengan rambut yang bergaya kekinian, alis tebal, hidung mancung, dan tak lupa senyum yang terpancar dari bibir mungilnya so cute.

"Apa kau ketinggalan bus lagi untuk kesekian kalinya?" tanya anak lelaki yang turun dari mobil tersebut.

"Yaah, seperti yang kau lihat? "Jawabnya dengan nada seperti bertanya.

•°•°Bersambung°•°•

Magic storyWhere stories live. Discover now