Mungkin tidak ada lagi kaitan nya dengan hidup yang ku lalui, yang tersisa hanya sebuah penyesalaan tak berujung,kesedihan yang mendalam bagai bongkahan batu yang semakin lama merapuh terkena air hujan semakin mengecil dan kemudian menjadi abu, aku rindu saat itu ...
Tatapan, senyuman, pelukan bahkan tingkah laku menggelikan.
Benar dy rumahku, dy yang kupanggil rumah tak ada yang bisa menggantikan nya, tak ada yang mampu sepertinya,lalu kapan aku pulang?
Aku tak tau aku sendiri, menangis dan terisak saat itu saat ini dan saat yang akan datang.
Hai rumahku kembalilah bantu aku membuka jalan takdir kita berdua, inget berdua bukan hanya aku yang mampu membuka semuanya sendiri tapi aku perlu bantuan mu?
Kembalilah kembali
