∆ Satu ∆

47 2 0
                                        


" Anjir , gerbangnya udah di tutup lagi , gue telat !!!"

.BRAKKKK

" Oh my god. Woy lo gak punya mata apa ya " Ucapnya dengan penuh amarah.

" Salah lo sendiri.. lagian lo ngapain disitu, "

Bukannya minta maaf, seorang cowok ganteng bernama Digo Syarief yang menabrak seorang cewek cantik bernama Sisy Latusya, malah balik memarahi Sisy. Sudah jelas Digo yang salah karna tidak melihat kehadiran Sisy di belakangnya, sehingga membuatnya tertabrak.

Sisy berkacak pinggang. Matanya menyorotkan penuh amarah menatap Digo.

" Awas lo, gue jamin lo gak bakalan masuk kelas hari ini " Sisy mengancam.

Setelah berkata itu, Sisy berlalu pergi meninggalkan Digo yang mematung di tempatnya.

Beberapa saat kemudian barulah dia tersadar. Langsung mengejar Sisy, namun terlambat. Sisy sudah berada di kelas sedang berbicara sangat serius dengan bu Meli yang sedang mengajar. Kebetulan bu Meli wali kelas tersebut.

" Digo, kemari !"

Niatnya hanya mengintip lalu langsung pergi dari sekolahan. Tapi terlanjur ketahuan oleh bu Meli. Tamatlah sudah riwayat Digo sekarang.

" Terlambat lagi !? Apalagi alasan yang akan kamu katakan pada saya sekarang, Digo !!" Bu Meli meninggikan suaranya. Sudah sangat jengah melihat tingkah laku Digo. Hampir setiap hari selalu terlambat datang ke sekolah.

Digo melirik Sisy yang tengah tersenyum sinis di bangkunya. Yang kebetulan berada di barisan depan.

" Digo. Saya bicara sama kamu !"

" Maaf bu.. tadi.... "

" Sudah cukup. Saya tidak mau dengar alasan kamu. Sekarang kamu pergi ke ruang guru. Tunggu di tempat saya, nanti saya akan kesana "

Digo mengangguk. Jika sudah seperti ini, dia tidak mungkin lagi untuk melawan. Hanya bisa pasrah. Dengan hukuman yang akan di terimanya nanti.



***********

" Puas lo ? Karena lo, gue jadi di skors "

Digo menggebrak meja kantin yang di tempati Sisy dan temannya Nayla.

" Itu salah lo, bukan salah gue " Sisy menjawab dengan santainya.

Digo mendapat hukuman skorsing tiga hari karna keterlambatannya. Beruntung hanya tiga hari. Tadinya, dia akan mendapat skorsing satu minggu. Tapi Digo bernegoisasi. Sehingga hukumannya turun menjadi tiga hari.

" Kalo bukan karna lo yang ngadu, gue gak bakalan di skorsing "

Digo masih dengan suara tingginya. Membuat seisi kantin mengalihkan perhatiannya kepada dirinya.
Sedangkan Sisy, dia hanya menatap Digo heran.

" Sy, lo jangan macem macem sama dia. Kalo nggak, lo bakal jadi bulan bulannya dia Sy " ujar Nayla.

" Lo tenang aja Nay. Gue gak takut sama cowok yang sukanya bertingkah seenaknya. Emangnya dia pikir sekolah ini punya dia apa "

" Tapi kan orangtuanya itu donatur di sekolah ini Sisy "

" Itu orangtuanya.. bukan dia "

.BRAKKK

" Heh, gue lagi ngomong sama lo, ngapain lo ngomong sama dia ?"

" Bisa tenang sedikit gak sih. Lo tuh berisik. Lihat, semua orang keganggu sama lo. Emang ya, selain bodoh, lo juga gak punya sopan santun " Kali ini Sisy tidak bisa lagi menahan amarahnya.

Merasa Digo sudah keterlaluan. Dan harus di kerasin juga.

" Hidup lo gak akan tenang. lo bakal berurusan terus menerus sama gue, gak akan ada kata selesai. Ingat itu "

Digo mengancungkan telunjuknya ke wajah Sisy. Menatapnya tajam dan berkata penuh penekanan.












* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


Hai..... Aku kembali...............
Ada yang kangen kah ??????????

Maaf ya.. gak bisa next cerita ya dulu soalnya udah gak tahu harus next kayak apa. Dan ini...... Cerita baru........

Semoga pada suka ya ..

Selamat membaca kembali.......



#SalamRindu *kisskiss*

Cuma Kamu Where stories live. Discover now