Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.

The Story of Us

143 26 81
                                        

~ I used to think one day we'd tell the story of us
How we meet and the sparks flew instanly
And people will say they're the lucky ones~

°°°°°°

Aku duduk termangu di beranda depan rumah. Menitik tetes salju yang turun memberatkan genting. Dingin memang, suhu sudah mencapai 12°C. Tapi aku dengan nekatnya (atau cari mati) duduk di sini, hanya mengenakan celana selutut dan kaus merah panjang kebesaran, milikmu.

Selintas memori tentang kenangan kita berkelebat di fikiranku. Aku benci itu sungguh, tapi entah kenapa, aku juga tersenyum karenanya.

•••••

"Hey, kau tau tidak sih kau itu menyempurnakan aku?!" serumu sambil mengambil bola salju di jalan. Ini kenangan 4 tahun lalu, saat kita berjalan kaki melintasi salju yang turun di Hokkaido.

"Ah, iya. Tentu saja. Aku kan memang perfect," balasku penuh kenarsisan. Kau menimpuk gumpalan salju itu ke kepalaku. Aku mendesis kedinginan.

"Bodoh!!"

Aku mengambil bola salju lain di jalan dan menerjang ke arahmu. Melompat dan menempel di punggungmu yang ukurannya tak beda jauh denganku, lalu memukul kepalamu dengan bola salju. Membuat kita berdua terjatuh karena kau kehilangan keseimbangan.

Alhasil, pakaian kita jadi basah. Namun kita tertawa riang. Ya, kau benar, kita memang kekanakan. Aku melihat binar kebahagiaan dari wajahmu, dan aku merasa dunia cuma milik kita. Rasanya aku juga melihat banyak kembang api imajiner yang kulihat dari sisi wajahmu.

"Hey, tidakkah kau fikir mereka romantis sekali?" Seorang gadis berkata pada temannya. Memperhatikan kita.

"Iya, lucunyaaa.. mereka tampak langgeng."

"How lucky they are."

°°°°°°

Sekali lagi aku tersenyum. Betapa konyol nya kita saat itu. Sebuah kenangan yang sangat berbeda sekali dengan keadaan yang sekarang. Sekarang, kita tidak bisa lagi menemui hal-hal konyol itu, mungkin untuk selamanya.

Aku menggosok lenganku, mengusir dingin. Demi salju, aku rela duduk di luar meski wajahku sudah pucat.

Oh iya, biasanya musim salju kita habiskan untuk menantang satu sama lain berjalan melewati salju, kan? Sekarang tantangan itu cuma kenangan. Bagaimana pun, 4 tahun lalu itu berbeda sama sekarang.

Dan ketika aku duduk termangu sambil memikirkan kamu, sekelebat aku melihat bayanganmu. Entah itu ilusi atau nyata, tapi kamu tampak berdiri di situ, diam. Tidak mendekat atau menyapa.

Ah sial, sepertinya aku sedang tidak berkhayal karena kamu memang ada di situ.

~ I used to know my place was a spot next to you,

Now I am searching the room for an empty seat
Cause lately i don't even know what page you're on~

°°°°°°

Melihatmu berdiri disitu, memoriku melanglang ke festival musim panas di kampus 3 tahun lalu. Ramai, sesak, riuh, tapi seru. Kita telah janjian menonton penampilan tari. Kau tidak menjemputku memang, aku pun tidak masalah. Hey, sudahkah kubilang aku tidak se kekanakan kamu?

Você leu todos os capítulos publicados.

⏰ Última atualização: Feb 19, 2025 ⏰

Adicione esta história à sua Biblioteca e seja notificado quando novos capítulos chegarem!

The Story Of UsHistórias para pegar e não largar. Descubra agora