Mencari dan menemukanmu
Semisal dengan menunggu satu kedatangan
Demikian juga dengan letupan kecil ini
Senantiasa menunggu jawaban
Duhai yang tersembunyi
Berasa nyata jika engkau mutiara
Tunjukkan satu arah dimana aku mesti menuju!
Tak harus engkau ucapkan kata kata agar ucapanku menepi
Di dadaku
Dimana hati dan perasaan senantiasa bergemuruh.
Menahan deburan deburan yang tak ku mengerti.
Tak ada badai yang memporak porandakan
Hanya riak riak yang senantiasa menunggu purnama.
Tak ada yang lebih dan kurang diantara kita
Tak ada yang diatas batuk kepala, tak ada yang dibawah telapak kaki,
Tuhanku, terlalu banyak yang tak ku mengerti kabulkan usahaku dan usahaku apabila ini baik.
Dan kelak apabila harus menguburkannya, semoga aku tak berurai air mata.
25 april 2008
PH
