Moving - Extra Story (Doppo and Hifumi's Side)

38 7 0
                                        

“Hhhifumi?”

“Ya?”

“... Aku pacaran dengan Aohitsugi Samatoki.”

Pagi yang cerah di suatu hari Minggu. Burung-burung berkicau merdu. Anak-anak kecil berlari dan bermain di jalanan yang sepi.

Izanami Hifumi mengambil kotak garam dan melempari Kannonzaka Doppo dengan garam.

“PERGILAH SETAN!!!”

“HIFUMI! HIFUMI, AKU TIDAK KESURUPAN!!!”

Pagi yang tenang berubah kacau ketika Kannonzaka Doppo mengaku pada sahabatnya sejak kecil bahwa ia pacaran dengan yakuza penguasa Yokohama.

***

Beberapa bulan setelahnya, di suatu minggu pagi yang tidak kalah cerahnya, Hifumi mengajak Doppo bicara.

“Doppochan, kau pacaran dengan Samatoki, kan?”

Doppo mengangguk. Hifumi tersenyum lebar, tapi terlihat salah tingkah. Berbagai pikiran buruk terlintas di pikirannya. Apakah Hifumi akan menyuruhnya putus? Apakah Hifumi tidak setuju ia pacaran dengan Samatoki? Apakah ini karena ia keseringan kencan dengan Samatoki?

“Kalau begitu…” Hifumi memberi jeda. “... Aku pindah apartemen, ya?”

Hah? “K-k-kenapa?” tanya Doppo. Dan dengan tenang Hifumi menjawab “Pacarku mengajak tinggal bersama.”

“... Eh? Pacar?”

Hifumi mengangguk. “Pacarku. Sebenarnya sebelum kau pacaran dengan Samatoki, kami sudah pacaran, sih,” gadis pirang itu tertawa gugup. “Dan kemarin setelah battle dia bilang rela pindah dari Shibuya ke Shinjuku untuk tinggal denganku.”

“Oh. Eh, tunggu, Shibuya? Battle? Jangan bilang pacarmu Amemura--”

“Bukan!” Hifumi memotong tebakan Doppo. “Pacarku Yumeno Gentaro!”

LEBIH PARAH.

Doppo berlari ke dapur, mengambil wadah garam, meraup segenggam, dan melemparkannya ke arah Hifumi.

“KELUAR DARI TUBUH TEMANKU, IBLIS!!!”

“DOPPOCHAN?! AKU TIDAK KESURUPAN!!!”

Kesimpulannya, baik Kannonzaka Doppo maupun Izanami Hifumi, kisah cinta mereka sama-sama mengejutkan.

-The end-

Omake 1:

"... Hifumi?"

"Ya, Doppochan?"

"Kau yakin Yumeno-san tidak sedang berbohong, kan?"

"........."

***

Omake 2:

Yumeno Gentaro membuka pintu apartemennya hanya untuk mendapati pacarnya dan sahabat masa kecilnya berdiri di depan apartemennya, memegangi sekantung besar garam, masing-masing memegang segenggam dan siap dilempar.

"Kau tidak bohong ketika bilang ingin tinggal denganku, kan?" tanya Hifumi.

Gentaro menggeleng. "Tentu saja aku memang ingin tinggal denganmu," jawab sang novelis yakin. "Kenapa? Dan garam itu untuk apa?"

Baik Hifumi maupun Doppo menghela nafas lega dan mengembalikan garam dalam genggaman ke kantung yang mereka bawa. "Tadinya kami akan menguburmu dalam garam kalau kau berbohong. Supaya setan pembohongnya pergi," jawab Hifumi lugu.

Gentaro berkeringat dingin. Astaga, hampir saja ia mati terkubur garam.

-The End beneran-

Moving - Extra Story (Doppo and Hifumi's Side)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang