--01--

7 0 0
                                        

Happy reading~
.
.
.
Disebuah lapangan salah satu sekolah menengah atas jajaran elit di Seoul, terdapat sorak sorai guna menyemangati beberapa makluk yang tengah berlarian memperebutkan bola. Men-dribble kesana kemari. Memasukkan bola kedalam ring. Peluh membanjiri tubuh mereka yang tengah mempertahankan bola agar tak dapat diambil oleh lawan.

Sungguh, meski begitu mereka dapat membuat anak gadis histeris karena nampak sexy.

Jangan berpikir yang tengah bermain itu laki-laki semua. Tentu saja tidak! Memang sih cuma satu orang. Akan tetapi jangan coba untuk meremehkan, karena tubuh mungil dengan rambut terikat itu merupakan kapten salah satu tim.

Garis bawahi, KAPTEN!

Kemampuannya pun tidak bisa diragukan lagi. Meski perempuan seorang diri, namun itu tak membuat ambisinya untuk menang menyusut.

Jika biasanya para gadis akan menjauhi sesuatu yang menimbulkan keringat, lain lagi dengan yang satu ini. Mungkin tomboy adalah kata yang tepat untuk menggambarkan.

Tapi jangan salah, walaupun begitu ia memiliki paras yang tak kalah cantik dengan siswi lain meski tanpa make up segorespun.

Tinggal satu poin lagi.

Dan…

PRIIITTTTT

*****

Para pemenang itu berjalan sambil saling bercanda. Sesekali membahas pertandingan yang tengah berakhir satu jam yang lalu menuju suatu tempat dimana perut mereka berdemo minta diisi.

Tidak perlu jauh-jauh sebab beberapa meter dari sekolah terdapat restoran yang enak, tapi pas untuk kantong pelajar.

“Mau pesan apa?” Laki-laki yang memiliki tahi lalat dipucuk hidung bertanya ke anggata lain setelah mendaratkan diri dikursi. Kim Taehyung

“Samakan saja.” Jimin menyandarkan punggungnya sembari mengibas-ngibaskan tangan kepanasan. Yang lain mengangguk setuju.

“Kau juga?” Tanyanya pada gadis disampingnya. Kapten tim mereka.

“Samakan saja. Cepat aku lapar.” Namanya adalah Jung Yongjoo.

“Oke.”

Tak lama kemudian salah  seorang pelayan datang, menanyakan apa yang ingin dipesan. Taehyung sebagai perwakilan langsung menyebutkan beberapa makanan serta minuman.

“Hei, kalian lihat tadi?”  Jsep membuka suara. Sebenarnya nama lelaki ini juga sama dengan teman satu timnya, Kim Taehyung. Untungnya ia punya nama panggilan lain. Coba kalau tidak, mungkin double Taehyung akan menoleh jika dipanggil.

“Tau apa?” Hoshi menyahut.

“Ekspresi Yoongi saat kalah tadi. Gila! Bisa-bisanya dia sampai memukul timnya sendiri.” Jsep berbicara dengan ekspresi merinding sebab waktu akan pulang tadi tidak sengaja melihat kejadian miris.

Ya, yang tengah mereka bicarakan adalah Min Yoongi. Kapten tim yang menjadi lawan mereka saat pertandingan final antar kelas. Kakak kelas mereka.

“Waahhh… bahkan mataku hampir keluar saat melihatnya memukul seperti itu.” Jimin menimpali.

“Ck. Bisa-bisanya dia melakukan itu pada temannya sendiri. Hei, bukankah kalah menang itu wajar?” Hoshi  terheran.

“Kau seperti tidak tau Yoongi saja. Dia kan terkenal dengan ambisinya. Apalagi basket.” Jimin menjawab.

“Tetap saja itu tidak benar.” Taehyung menghela napas. “Mereka sudah berusaha, tidak sepantasnya saling menyalahkan.”

“Dia sangat menyeramkan.” Jsep bergidik membayangkan pukulan Yoongi.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 01, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

My Bodyguard is My BoyfriendStories to obsess over. Discover now