Terbiasa

23 2 0
                                        

Tetesan air ini terasa kian dingin
Menetes setitik demi setitik hingga dahi ini basah
Sial , atap yang kemarin kuperbaiki bocor lagi
Sesaat rasa marahku hilang , ini membuatku bangun lebih pagi dari biasanya

Kupilih beranjak dari kasur karena kurasa tak baik terus menerus terbaring lesu meratapi kepergianmu

Kuraih handphone , kulihat wallpaper dengan seksama aneh rasanya. Sudah kesekian kali wallpaper ku ganti namun rasanya aku tetap ingin memasang fotomu di wallpaper ponselku.

Sudah beberapa tahun aku lalui dengan berani tanpamu disisiku
Andai kamu tau , kini aku berpetualang menyusuri kota sendiri
Walau tanpa kamu rasanya tetap menyenangkan

Kini aku terbiasa , kupikir akan sangat menyakitkan waktu kau memilih mengakhiri hubungan kita
Aku selalu bertanya tanya bagaimana caranya melalui hari tanpa senyummu
Tanpa suaramu disetiap aku terbangun
Sungguh sulit rasanya , namun kini aku mengerti
Jawaban atas pertanyaanku sangatlah singkat nan mudah

Terbiasalah


Jendela KamarOpowieści tętniące życiem. Odkryj je teraz