Kedua lovebird itu kini sedang bersantai di depan televisi dengan salah satu diantaranya yang paling manja kini sedang merebahkan tubuhnya di sofa dengan bantalan paha kekasihnya. Ia menelusuri wajah tegas itu tanpa melewatkan seincipun garis lekuk wajah yang selalu membuatnya jatuh cinta setiap harinya.
"Jangan menatapku terus, aku tau wajahku cantik dan tampan secara bersamaan." Tiba-tiba kekasihnya itu berbicara tanpa mengalihkan tatapannya dari benda persegi di tangannya. Ia memang sedang memainkan ponselnya sekarang.
Gadis itu mendengus melihat kepercayaan diri kekasihnya yang sangat tinggi.
" aku besok ingin pergi denganmu, ah sudah lama sekali kita tidak keluar bersama." Gadis berwajah mirip kelinci itu beranjak dan merubah posisi menjadi duduk. Ia menatap Jeongyeon penuh harap, wajah kelewat cute itu ia buat semakin jadi, benar-benar semakin cute.
Jeongyeon tidak menggubrisnya sedikitpun, ia tetap berkutik dengan ponselnya.
Membuat gadis itu kesal, ia segera beranjak dari sofa dan hendak pergi meninggalkan kekasihnya di sana.
" aku akan berkencan dengan Jinyoung Oppa saja besok." Katanya ketus. Sekali lagi ia melirik Jeongyeon, kali ini ia tersenyum puas setelah pacarnya itu menatapnya sinis. Dia benar-benar senang melihat Jeongyeon cemburu, sangat lucu di matanya.
" aku memiliki kontak Irene, YooA, Sakura, Yoona sunbbae, Nancy Momoland dan masih banyak lagi. Kau ingin aku berkencan dengan mereka?, ahh aku akan menang banyak. Silahkan jika kau berani pergi dengan Jinyoung." Ucap Jeongyeon datar.
Mendengar ucapan Jeongyeon membuat matanya panas, gadis itu terdiam di tempatnya dengan mata berkaca-kaca. Ia tidak akan membiarkan Jeongyeon pergi dengan gadis-gadis sialan tersebut. Dengan cepat ia kembali ke sofa dan duduk beringsut memeluk pinggang Jeongyeon dan menyembunyikan wajahnya di dada kekasihnya.
" andwae, hapus kontak mereka. Aku tidak akan pergi dengan siapapun, kau juga jangan melakukan itu. Aku akan tetap di Dorm jika kamu tidak ingin pergi besok." Katanya terisak, ia sudah menangis sekarang.
Melihat itu Jeongyeon merasa bersalah, sebenarnya ia hanya berniat menggoda kekasihnya. Tapi di luar dugaan, gadis itu takut sekali dirinya bermain-main di belakangnya dengan gadis lain.
" Ne, jangan menangis lagi. Aku ini kan milikmu." Ucap Jeongyeon menepuk-nepuk rambut kecoklatan milik gadisnya.
" Tentu saja, kau itu milikku." Balas gadis ìtu masih sedikit sesenggukan. Ia mendongak menatap wajah tampan Jeongyeon.
" Lalu kau itu milik siapa?." Tanya Jeongyeon, ia merapihkan anakkan rambut gadis itu dengan lembut. Benar-benar kekasih idaman.
Dengan senyum lebar yang menujukkan gigi kelincinya, gadis itu menjawab. " Aku Bunny milikmu. Selamanya milikmu~." Katanya dengan suara yang ia buat seimut mungkin yang berhasil membuat Jeongyeon gemas. Lantas menarik tubuh mungilnya dan mereka berpelukan erat.
Sementara member lain di sekitar mereka hanya menatap sinis pasangan itu. Mereka ber7 merasa dianggap butiran debu meskipun ada di sekitar kedua lovebird tersebut.
****
" Bunny, ireona~."
Orang itu menusuk-nusuk pelan pipi kekasihnya yang masih terlelap dengan wajah lucunya di atas tempat tidur.
" Ireona Bunny-ahh..." bisiknya lagi tepat di telinga gadis tersebut.
Merasa geli di sekitar telinganya membuat gadis itu perlahan mengerjap, dan sedikit membuka matanya. Kini ia melihat wajah orang yang ia sayangi sedang menatap dirinya dengan intens, ia juga menyadari jika pacarnya itu sedang menindih tubuhnya.
