kesalahanku

110 64 13
                                        

Aku yang membuat luka ini sendiri,tanpa ada sedikitpun campur tangan darimu.
Sebab ini karena aku yang terlalu ingin memilikkimu kembali tapi tak mampu.
Ternyata hati ini telah memilih jalannya sendiri, ia tetap ingin dirimu.
Semua upaya telah ku coba untuk membunuhmu dari ingatanku.
Dan rupannya aku baru sadar, bahwa selama ini kau pergi dengan membawa separuh hatiku tanpa kau kembalikannya lagi. Tolong mengertilah................

Biarkan aku tetap seperti ini,bertahan untuk tetap memperjuangkanmu,meski banyak alasan yang dirimu perlihatkan untuk membuatku menyerah. Dengan seutas kata kalau kau tidak lagi mencintaiku.
Biarkan aku seperti ini, yang selalu menanyakan tentang dirimu mencari tahu kabarmu dan melihatmu dari kejauhan.
Meskipun seringkali kamu tanpa sengaja melukaiku. Biarkan aku seperti ini, mengingatkan segala kebaikkan-kebaikanmu, disaat yang kamu lihat serta ingit hanyalah keburukan dan kekuranganku saja. Maka, padamu hanya satu permintaanku,biarkan aku tetap seperti ini.Hingga nanti pada waktu yang aku masih tidak tahu kapan. Aku akan  berhenti untuk melakukkan segalannya, mungkin pada hari itu kamu akan tahu bahwa kamu terlalu sering mengabaikanku.

Aku akan tetap mencintaimu walau kamu tidak,aku akan tetap perdulikanmu walau kau tidak memerlukan itu lagi dariku.
Untuk saat ini, akan tetap melakukan hal tersebut walaupun aku sadar itu membuatmu merasa terganggu, karena merubah rasa itu tak mudah bagiku, karena berhenti itu butuh waktu.
Aku hanya berharap kamu tak akan merasakan kehilanga sebesar yang pernah kurasakan.

Tahukah kamu? Sepi tak menuntut apapun.Ia hanya tersenyum puas sebab perjumpaanya denganku.
Pada embusan-embusan kesunyian, aku merangkul erat luka yang masih melekat. Tolong jangan pergi,sebab pergi hanyalah meninggalkan jejak-jejak kepahitan dan berevolusi menjadi rindu penuh pengharapan.
Kita memang tak lagi bersama dan segala apa yang kita punya selalu berakhir dengan air mata.
Dan esok,tetaplah berdiri tegak layaknya keegoisanmu yang membuat kita saling meninggalkan.
Dan lusa kita bukan lagi kita hanyalah seorang kau dan aku, yang dilema atas takdir  yang mempermainkan perasaan ini.
Aku terlalu mencintaimu dengan dalam, itu salahnya. Padahal kau terus-menerus menyuruhku untuk melupakanmu. 
Aku takut kehilangan,itu salahnya, sampai akhirnya kau meninggalkanku dan aku melembur menjadi puing-puing yang terbang tanpa kepastian.

Seutas LukaOnde histórias criam vida. Descubra agora