BAB 1

126 6 0
                                        

Seorang wanita sedang hamil tua tampak ketakutan dari raut wajahnya. Ia berusaha kabur darisana, ia berlari sambil memegang perut besarnya. Wanita itu berteriak-teriak ketakutan sambil berlarian susah payah. Sesekali ia melihat kebelakang, ia seperti dikejar seseorang, namun tak ada satupun orang dibelakangnya. Tetapi ia sangat ketakutan setengah mati seakan-akan dirinya akan dibunuh seseorang, tapi tak ada sesiapa dibelakangnya.

"tolong! Toloongg! Tolong!" wanita mengandung itu berteriak minta "tolong" namun tempat ia berada ini adalah hutan, ditambah tempat yang rawa dengan binatang-binatang buas.

Sungguh aneh mengapa wanita itu bisa berada ditempat hutan yang begitu suram dan sangat rawa dengan binatang-binatang buas. Apa dia dikejar binatang buas? Tapi tak ada binatang satupun mengejarnya.

Wanita hamil itu melihat seorang laki-laki memakai baju kokoh dan peci dikepalanya sambil membawa api obon ditangannya. "mas tolong mas! Saya dikejar sama siluman mas! Tolong saya mas!" wanita hamil itu langsung berlari kearah si pemuda itu, membuatnya terkejut melihat seorang wanita sedang hamil tua datang tiba-tiba menghampirinya. Pemuda itu merasa iba dan akhirnya ingin membantu wanita hamil yang baru ia kenal.

"bagaimana bisa mba dihutan tengah malam begini? Sedang mengandung lagi!" pemuda itu bertanya dengan khawatir melihat kondisi perempuan yang memakai baju kebaya yang sudah kotor. "tidak tahu saya mas! Tiba-tiba saya disini, padahal saya di rumah sedang tidur lalu saya sekarang disini?!" jawab wanita itu diliputi rasa takut.

Lelaki berpakaian rapi dengan kain sarung dipigangnya, sudah jelas ia baru usai dari surau untuk beribadah.

Pertemuan lelaki itu dengan wanita hamil tua di hutan waktu itu ternyata membuat mereka menjadi sepasang suami istri yang berbahagia. Kebahagiaan mereka kian lengkap dengan kehadiran seorang anak laki-laki baru berusia satu tahun diberi nama "Ardi Sakra Walana Malin Rajo". Anak laki-laki ini sangat lah tampan, siapapun melihat wajah tampannya membuat orang yang melihatnya terpesona melihat wajah tampan anak itu.

Mereka menjuluki anak itu dengan sebutan pangeran Sakra. Akhirnya nama panggilannya adalah "Sakra".

Sewaktu Sakra lahir berbagai kejadian aneh terjadi tiap malam jum'at. Kala itu Sakra melihat sosok kakek berwajah seram masuk kerumahnya lalu mendekati Sakra yang terbengong melihat kakek itu. Bukannya takut Sakra justru senang dengan kehadiran kakek itu.

Semenjak pertemuan Sakra dengan kakek itu, kejadian-kejadian aneh selalu terjadi dimalam jum'at. Ibunya memergoki anak itu yang baru berumur 1 tahun ketawa-tawa sendiri, ia memang belum bisa bicara, tapi ia selalu tertawa sendirian dikamarnya, seakan-akan ada seseorang di dekatnya.

Karena sudah sering melihat Sakra seperti itu, akhirnya kedua orangtua Sakra membawa Sakra kedukun untuk mengobati anak mereka yang kian aneh.

Ayu dan suaminya Roman pergi kerumah seorang dukun sakti bernama ki Jaka, yang sudah mengetahui kedatangan suami-istri membawa anak laki-laki yang masih balita bernama Sakra.

"ki anak kami kenapa ya ki? Dia seperti ketawa sendiri, tiap malam jum'at ada saja kejadian aneh ki dirumah kami?" kata Ayu menjelaskan tujuannya kerumah ki Jaka. "kalian sepasang suami-istri yang berbahagia, tapi anak ini bukan anak suamimu!" ki Jaka mengetahui tentang anak itu. Sambil mengelus-elus jenggot panjangnya dukun itu kembali berbicara. "anakmu ini adalah jelmaan! " kata dukun itu sambil tersenyum. "jelmaan? Maksudnya ki?" tanya Ayu kebingungan dengan kening berkeruk. "anakmu ini diikuti oleh siluman harimau! Namanya "unyiak rimbo" kata dukun itu menatap tajam pada suami-istri itu.

"ki apa dia menginginkan anak kami? " Roman bertanya penuh khawatir pada dukun itu. "iya anak ini akan diambil sama cindaku." kata dukun itu dengan tegas. "cindaku? Apa itu adalah siluman harimau paling kuat ki?" ayu langsung menjawab dengan bertanya. Kembali ki Jaka menjawab. "iya cindaku itu menginginkan anak ini sebagai penerus ilmunya, karena anak ini memiliki tanda yang sama dengan simbol siluman cindaku!" pasangan itu terkejut dan merasa takut terjadi apa-apa pada anak semata wayang mereka.

"tapi anak ini suatu saat nanti bisa menjaga dirinya sendiri dari siluman harimau itu, karena ia memiliki kemampuan yang bisa melihat makhluk itu. Dan suatu saat nanti akan ada seseorang yang akan membantunya menghilangkan kutukan dari cindaku itu." ki Jaka berbicara disaat suami-istri itu memeluk Sakra yang sedang meminum susu botolnya. "jadi dia bisa melihat makhluk halus? Gitu ki?" tanya wanita yang sedang memaku anak laki-laki nya. "iya! Tapi jangan khawatir kemampuan itu adalah anugrah dari tuhan, dan akan ada temannya yang akan membantunya nanti!" kata ki Jaka menyakinkan ayu yang tampak khawatir.

Suami-istri itu sama-sama menganggukan kepalanya tanda mengiyakan perkataan dukun itu.

ANAK CINDAKUStories to obsess over. Discover now