Bincang Sastra Serius

19 3 0
                                        

Judul  : Keharusan untuk Selalu Bersikap Qonaah
Karya : alfatih_aa
Link wattpad: https://my.w.tt/6PKDIJfsOR
Genre : Sastra Serius
Jumlah cerita: 1

" Hidup itu dinamis bisa berubah - ubah kapan saja, tergantung kepada kita dan pendirian kita. Ingin merubahnya dalam keadaan baik atau jelek."

Sepenggal kata penutup dari cerita keharusan untuk selalu bersikap qonaah. Saya akan mencoba mengulas tentang cerita ini.

Keharusan untuk bersikap qonaah merupakan sebuah cerita yang termasuk kedalam sastra serius. Mengapa demikian?.
Karena dari awal cerita hingga akhir cerita penulis menggunakan bahasa yang menurut saya sukar untuk dipahami. Apalagi jika hanya dibaca sekali atau dua kali. Untuk memahami isinya  diperlukan kecermatan. Saya pribadipun membacanya hingga berkali-kali. Itulah yang menjadikan point utama pada sastra serius yaitu dari aspek bahasa yang digunakan memiliki bobot berbeda dengan sastra populer yang ringan.

Bahasa yang digunakan cenderung baku. Tidak ditemui gaya bahasa pada karya sastra pada umumnya seperti gaya bahasa metafora,hiperbola,personifikasi dan lain sebagainya.  Cerita ini hanya menggunakan bahasa sehari-hari yang sedikit kaku. Terdapat kata - kata yang diulang seperti kata (nya) yang diucapkan tokoh utama dan terdengar tidak efektif.
Tokoh utama pada cerita ini adalah Aku. Tokoh utama menceritakan tentang dunia disekelilingnya yang dirasa tak pernah puas dan mensyukuri nikmat dari-Nya.
Cerita ini disajikan tanpa adanya dialog. Hanya berisikan deskripsi tokoh utama dari penulisnya. Sehingga dirasakan  ceritanya tidak hidup.
Konflik batin pada cerita ini menggambarkan sekilas tentang kehidupan seseorang yang selalu mengejar dunia tanpa merasa puas dan bersyukur terhadap apa yang diterima. Ini sungguh hal yang umum dan nyata terjadi disekeliling kita. Bagaimana seseorang hanya mengejar duniawi saja tanpa memikirkan akhirat yang sifatnya kekal di dalamnya.
Menurut saya konflik pada cerita ini kurang mendetail karena memang dari ceritanya saja hanya 1 bagian dan masih bisa dikembangkan lagi.
Dan menurut saya ada sedikit bagian cerita yang itu sudah menjadi hal  umum di sinetron Indonesia..

Ketika masa muda dia memperoleh semuanya harta, wanita dan tahta dan masa tua masa terberat. Anaknya ingin harta sehingga menginginkan ayah mati.

Penggalan cerita diatas biasa kita jumpai dilayar televisi.
Namun dibalik itu semua, cerita ini mengandung amanah yang sangat bagus yaitu pembaca diharapkan mensyukuri apa yang diberikan Allah swt dan jangan merasa iri hati terhadap orang lain. Dan merasa cukuplah atas apa yang diberikannya. Karena sesungguhnya tidak ada manusia yang merasa puas jika menuruti hawa nafsunya.

Alur dari cerita ini termasuk alur maju. Karena tokoh aku menceritakan kehidupan dari masa ke masa dimana seseorang tidak akan merasa puas akan dunia yang telah digengamnya.
Cerita ini juga mengandung sebuah ideologis tentang agama dimana pembaca diharapkan memiliki sifat qanaah yaitu selalu merasa cukup atas apa yang diberikan oleh sang pencipta. 

Bincang Sastra ( Kritik dan Analisis Sastra)Stories to obsess over. Discover now