Saat aku tak dapat memejamkan mataku, ku pandang lamat-lamat atap kamar ini.
Berharap sesuatu menyeruak dari kepalaku melalui rentetan alfabet.
Sembari mataku menelisik sudut-sudut kamar ini, fikiran ku tak henti mencoba membunuh ribuan prasangka.
Lama menunggu, akhirnya sesuatu terlintas di fikiran ku. Dan itu masih pertanyaan tentang mu. Kenapa setiap hal berujung padamu?
Apakah aku sebodoh itu?
Hhh.
