Kasmaran Papan Surian

10 1 1
                                        

*Untuk kau yang di seberang pulau:

Pada gulung ombak, aku titipkan selusin kasmaran berupa petak-petak papan surian, sekalung tambang serta sekarung perca sisa jahit gadis silungkang

Jika surian telah usai kau susun, beri ia cadik seperti tongkang urang pagang nan bercadik. Kala laut senyap, lekaslah dayung dikayuh.

Di sela gulungan ombak, cadik dibuhulkan, dengan perahu surian mulailah pelayaran. Sebab, sebelum gemetar meniadakan bersama limbubu yang bersiul-siul di garis pantai, engkau sudah harus berada di dermaga.

Lewat seperempat purnama

Puncak cadik, seperti tarian pendatang tunggal di Pantai Puruih. Bau surian menguar, dermaga, dermaga kau datang. Aku mematung dengan kelindan rindu.

Baru saja perahu surian di sandarkan, kita sudah sama-sama berbagi genggaman. Jarimu terasa beku, laut menggeranyaminya. "Di sini sayang, di dermaga yang jadi tempat angin gunung terakhir menyapa, sebelum kemudian dihempas limbubu laut, aku berjanji membangunkan huma dua pintu, yang dihuni sebelas anak-anak penakluk ombak. Untukmu," ujarku menyambut tatap mata binar seumpama mantra pemanggil roh-roh dermaga.

Engkau hening mendengar bisik. Seayun semilir angin, aku mencium amis laut yang menguar dari peluhmu. Dan, ketika kau tengadah, bibir sudah kusodorkan. Kita saling berucap lewat belitan lidah. "Tak ada yang harus dipahami, tak ada yang mesti dicerna, sebab perahu surian telah membawaku pada tempat yang tak patut lagi aku pertanyakan. Inilah ihwal mimpi, labuhan terakhir, muara janji, tempat dimana, saban hari kita hanya akan ditenggelamkan kecupan syahdu dan pekik sebelas anak-anak penakluk ombak yang hilir mudik dalam rumah dua pintu," ujarmu.

Seketika, laut berubah beku, anginnya dingin menggigilkan. Kita kian rapat dalam lamun, desah dan kecup..

*Pantai Puruih
31 Oktober 2014

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Nov 17, 2018 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

Kasmaran Papan SurianHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora