ICIP'S POV
Namaku Wicipto, biasa aku dipanggil Icip oleh teman-teman sekelasku. Aku hanyalah murid tak kasat mata di kelasku. Aku kutu buku 12 IPA 1.
Aku sudah lama menyukai cewek dari kelas 12 IPA 5. Cewek itu adalah anggota dari geng Yujini. Geng itu terkenal dengan kenakalannya. Walaupun semua anggota geng itu perempuan, mereka tetap ditakuti oleh seisi sekolah termasuk guru.
Mereka merokok di sekolah, mereka tidak pernah mengikuti peraturan sekolah, dan mereka selalu melawan guru.
Pastinya kalian bertanya-tanya kenapa mereka tidak dikeluarkan dari sekolah ini.
Mereka tidak dikeluarkan dari sekolah ini karena salah satu dari mereka adalah anak pemilik sekolah ini. Moore High School. Anak itu adalah pewaris tunggal dari Moore Company.
Semuanya berubah ketika mereka mendapat ancaman langsung dari Mr.Moore, pemilik sekolah sekaligus CEO dari Moore Company atau sebut saja ayah dari salah satu anggota Yujini. Mr.Moore mengancam mereka tidak akan lulus jika mereka tidak memperbaiki sikap dan nilai mereka di sekolah.
Pada akhirnya hampir semua anggota Yujini sibuk mencari murid terpintar untuk membantu mereka menyelamatkan nilai mereka. Dan salah satu anggota itu datang kepadaku.
***
ICIP'S POV
Hari ini Yujini kembali berbuat ulah. Aku kira ancaman Mr.Moore dapat langsung menghentikan mereka, tapi ternyata tidak. Hanya beberapa dari anggota Yujini yang berhenti dan mulai fokus untuk memperbaiki nilai dan sikapnya. Aku hanya menghela nafas mendengar kabar Yujini lagi lagi membuat salah seorang murid pindah karna dibully.
BRUAAAK!
Tiba-tiba pintu kelasku terbuka lebar, disana berdiri salah satu anggota Yujini dengan rokok di mulutnya. Perempuan itu cantik dan juga liar di saat yang bersamaan. Dia berjalan dengan santai tapi berbahaya tanpa memedulikan guru yang sedang mengajar di kelasku. Semua murid terdiam, tidak ada yang berani mengeluarkan suara sedikitpun ketika mereka menyadari yang masuk ke kelas kami adalah ketua geng Yujini. Satu-satunya anggota Yujini yang masuk jurusan IPA.
Aku tidak menghiraukannya dan kembali membaca buku pelajaranku. Aku dapat merasakan kehadirannya di depan mejaku. Dengan terpaksa aku mengalihkan pandanganku kepadanya.
"Kenapa?" Tanyaku spontan dengan nada bosan. Aku tidak tau kenapa aku melakukan itu, padahal aku tau dia orang yang paling di takuti di sekolah ini. Aku rasa aku mulai bosan hidup.
"Aku ingin meminta bantuanmu." Jawabnya dingin seolah-oleh itu bukan permintaan, tapi sebuah perintah.
"Bantuan? Bantuan buat ap?" Tanyaku sambil mengernyitkan alisku bingung. Dia hanya menatapku tajam lalu berkata
"Temui aku sepulang sekolah nanti." Setelah itu dia pergi meninggalkan kelasku. Aku dapat mendengar banyak teman sekelasku yang menghela nafas lega.
***
ICIP'S POV
Temui aku sepulang sekolah nanti.
Dimana aku harus menemuinya? Kenapa aku tidak bertanya tadi? Sial.
Aku berkeliling sekolah mencari anak Yujini itu, tapi nihil. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang. Dan sialnya saat aku berjalan menuju gerbang sekolah, aku melihat orang yang dari tadi kucari. Ketua geng Yujini. Dia menatapku tajam. Apakah dia marah padaku?
YOU ARE READING
WINN.A STORIES
RandomKumpulan cerita pendek yang selalu ada tokoh perempuan yang bernama Winna
