Prolog

1 0 0
                                        

Oktober 2021

Hingar bingar tawa bahagia terdengar merasuk ke telingaku. Semua yang ada disini merasa bahagia,tapi tidak aku.
"Mika! Ayo gabung, ngapain duduk dipojokan sendirian lagi."
Aku tersenyum getir tersadar dari lamunku.
"Iya rin, bentar lagi gue masuk"
Bergegas menutup buku diary hidupku dan menyimpannya kembali ke tas yang kubawa. Aku masuk ke dalam rumah tempat temanku berkumpul bersama. Beginilah kegiatan kami di hari pekan. Sangat simple,berkumpul dan tertawa ria. Tapi tidak denganku. Sejak kejadian yang menimpaku tak pernah kurasakan bahagia yang berarti,semua hampa.
"Mika,gimana menurut lo kalo bulan depan kita pergi ke lombok?" tanya kevin
"Eh, maaf gue ganyimak. Terserah kalian aja,gue ngikut"
"lumah kebiasaan melamun deh mik. Lu kayanya perlu liburan deh buat refreshing otak. Iya gak rin?" ujar theo yang merangkul pundak karin.
"Betul tuh,lu kebanyakan melamun akhir akhir ini. Pokoknya lu musti ikut kita liburan ke Lombok" ucap karin memaksaku.
Tak punya pilihan selain mengiyakan,akhirnya kuambil keputusan untuk pergi bersama mereka ke Lombok.
Tapi tak ada yang tau bahwa takdirku untuk bertemu masa lalu akan segera datang. Ternyata usaha untuk terus bersembunyi dari masa lalu gagal. Akankah aku bisa melewati garis takdir sang pencipta?

Medan,  27 okt 18

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 10, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

L A Y UCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang