Prolog : Beginning of Disaster

1.5K 220 49
                                        

Renjun's side

.

"Tumben sekali kita makan malam di luar, ma."

Nyonya Huang, sambil memoleskan lipstik dan memindai penampilannya lewat cermin tersenyum. Ketika dirasanya riasan terakhir pada bibir itu telah sempurna, ia berbalik. Menatap Renjun yang tengah bersandar pada pintu dengan mata berbinar. "Ya, dan ini akan menjadi makan malam spesial, Injun-ah!"

Renjun mengernyit curiga. Merasa ada yang ganjal dengan bagaimana cara sang ibu menatapnya. Well, setiap hari wanita berusia pertengahan empat puluh namun berjiwa remaja itu memang selalu membuatnya terheran-heran. Bukan hal yang mengejutkan kalau nanti ibunya mengatakan bahwa beliau akan memelihara komodo atau hiu. Memang begitulah Huang Rena, selalu tidak dapat ditebak.

Dan apapun yang ada di pikiran ibunya, Renjun tidak begitu peduli. Ia hanya ingin perutnya kenyang. Kapan lagi orang tua yang selalu berada di benua yang berbeda dengan Renjun itu mengajaknya makan malam bersama 'kan?

"Terserah." Renjun mengangkat bahu, merapatkan cardigan merah menawan yang ia pakai atas paksaan Nyonya Huang. "Ayo pergi, papa sudah menunggu di mobil."

"Oke~ kajja, kita berangkat Injun-ah! Mama sudah tidak sabar!" ucap Nyonya Huang semangat seraya menggamit lengan Renjun. Di sebelahnya, si pemilik lengan memutar bola matanya malas.

"Kutebak, kita akan bertemu seseorang? Orang pentingkah?" Renjun bertanya sebelum membuka pintu mobil, membiarkan ibunya masuk ke kursi penumpang di samping kemudi--tempat ayahnya duduk.

Nyonya Huang terkikik, menutup mulutnya dengan sebelah tangan dan menatap Renjun penuh arti. "Ya, orang penting sekali. Terutama untukmu."

Alis Renjun kembali mengernyit, bergantian menatap sang ibu dan ayah yang saling melempar tawa sementara tangannya mengencangkan sabuk pengaman di kursi belakang. Ada sesuatu yang dirahasiakan oleh mereka, itu jelas. Tapi Renjun terlalu malas untuk menebak. Karena itu ia hanya mendengus, membuang pandangan keluar jendela dan mengamati jalanan Kota Seoul di malam hari. Penuh lampu dan penduduk yang berlalu lalang.

Nyonya dan Tuan Huang masih saling melempar tatapan penuh arti. Tapi Renjun tidak ingin peduli. Yang jelas, apapun itu yang direncanakan orang tuanya, Renjun harap tidak akan merepotkan baginya nanti.


=***=

End of Prolog : Beginning of Disaster

=***=


Well. A jaemren marriage!AU cos why not? ;)

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 10, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

A Damned MarriageStories to obsess over. Discover now