SATU

36 6 3
                                        

Sraaaak... sraaaaaak... sraaaak...
Bunyi rantai besi yang terseret di lantai itu terdengar dari kejauhan. Perlahan, bunyi itu sampai di telinga Caca. Ketakutan mulai terlihat di wajahnya.

Sraaaak... sraaaaaak... sraaaak...
Bunyi menyeramkan itu terdengar lagi. Kali ini, Caca mulai sadar kalau bunyi yang didengarnya itu adalah bunyi langkah orang dengan rantai besi yang terikat di kakinya. Lilin yang ada ditangan Caca diarahkan ke pintu masuk. Pintu yang tiba - tiba tertutup setelah ia memasuki ruangan ini.

Sraaaak... sraaaaaak... sraaaak...
Caca membalik badan dan menyoroti tangga di hadapannya dengan lilin kecil di tangannya. Ia melihat jelas sebuah susunan anak tangga yang sudah sangat tua dan kusam. Suara rantai besi itu terdengar lagi. Kini, semakin jelas kalau suara tadi berasal dari lantai atas. Dengan rasa takut, perlahan - lahan Caca mulai menaiki anak tangga itu.

Pasti ada sesuatu di atas, batinnya. Seiring langkahnya, bunyi reyot kayu pada anak tangga menambah suasana semakin menyeramkan. Semakin dekat langkahnya, suara rantai diseret tadi semakin jelas terdengar. Dengan segenap keberanian, Caca mulai menyoroti ruangan atas dengan lilin kecil yang dipegangnya. Detik demi detik berjalan sangat lama. Tanpa sadar, ia kini sudah berdiri di antara lantai satu dan lantai dua. Lilin tadi mulai menyoroti ruangan yang gelap dan bagi Caca, cukup mistis.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 09, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

BINACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang