Prolog
Kita terlalu berharap
Ingin saling menetap
Namun hanya saling menatap
Kau benci sunyi
Sungguh akupun benci sepi
Namun kita butuh bunyi
Kau takut
Aku pun takut
Kita sama-sama pengecut
Mencinta tanpa bersuara,sungguhp sakit
Kau bertanya-tanya pada malam
Masih kah ada aku di hati mu untuk bersemayam
Namun,aku terlalu mulia bila berada di singgasana hatimu.
Merelakan mu sungguh lah sakit
Melepaskan mu sungguh lah pahit
Namun bersatu sungguh lah sulit.
