Rasa lelah sehabis bermain di pantai bersama teman - temanku sangat menyerangku. Aku pun merebahkan tubuhku di kasurku yang sangat lembut. Akhirnya aku memejamkan mataku dan membiarkan barang barang ku berserakan di lantai dan dikasurku. Saat aku tengah memejamkan mataku, telingaku mendengar suara derapan kaki yang sangat keras di lantai 1, aku pun terbangun dari tidurku. Dengan tubuh yang sangat lemas aku pun memeriksanya dan benar saja lampu dapur di lantai satu menyala. Aku merasa sangat heran, padahal aku sendiri disini, lalu melihat daerah dapur memastikan bahwa tidak ada seorang pun di dapur, dan benar tidak ada seorang di dapur. Lalu aku pun mengambil minum untuk di kamarku dan mematikan lampu. Lalu, aku kembali ke kamarku untuk melanjutkan tidurku, tetapi sebelum aku kembali derap kaki itu kembali menggangguku. Aku menyalakan lampu di lorong tangga dan memeriksanya ternyata tidak ada orang. Lalu aku pun kembali mematikan lampu dan kembali kekamarku tetapi, sebelum aku membalikan badanku untuk kembali ke kamarku, aku melihat sesosok bayangan hitam di bawah. Aku kembali menyalakan lampu tangga dan bayangan itu pun hilang, aku berfikir bahwa itu hanya halusinasiku saja. Aku pun kembali mematikannya dan benar bayangan itu hilang.
Aku langsung menuju ke kamarku, menaruh gelas di meja kerjaku dan menghiraukan semua benda berserakan di lantaiku, aku pun mengambil hp, mematikan lampu kamarku dan merebahkan tubuhku dikasur. Lalu aku bermain hp dan chatting bersama temanku untuk beberapa saat, aku pun mulai merasa mengantuk. Aku menaruh hp ku di meja kecil disebelah ranjangku. Saat aku menaruh hpku aku melihat sosok bayangan di pintu kamarku. Aku pun kaget dan reflek menyalakan lampu kamarku ternyata bayangan itu tidak ada. Aku berfikir bahwa bayangan itu hanya halusinasi karena tadi aku menonton film horor bersama teman - temanku di bioskop. Aku pun memutuskan untuk tidur dengan lampu yang menyala. Aku pun mencoba untuk tertidur dengan badan menghadap dinding. Tiba tiba lampu kamarku menjadi mati hanya ada terang lampu yang masuk dari jalanan luar rumahku dan itu membentuk bayangan seseorang yang diiringi dengan derap kaki yang mendekati ranjangku. Aku merasa begitu takut aku bingung harus berbuat apa, aku pun bangun dari tidurku dan ternyata benar itu adalah seseorang dan seseorang itu sudah bersiap dengan pisaunya yang ada di tangannya. Aku pun teriak sejadi jadinya dan orang itu membekap mulutku menyuruhku diam dan… ZLEBB!! Seketika perutku ditusuk olehnya dan aku pun sekarat. Lalu orang itu berkata “Selamat Tidur Sayang”.
***
Hi, namaku Jocelyn May aku berumur 24 tahun. Aku biasa dipanggil dengan nama Joy. Aku hidup sendiri, ya sendiri tanpa keluarga ayah ibuku sudah meninggal waktu umurku 15 tahun. Mereka meninggal karna kecelakaan saat mereka pulang dari pemakaman nenekku. Yup sangat mengerikan, aku mengira itu kutukan karna semenjak kematian mereka aku hidup bersama om dan tanteku dan bersama mereka aku mendapatkan ‘penglihatan’ yang aku bisa bilang itu kutukan tapi beberapa orang menganggap itu anurgrah but I don't give a s***! Itu kutukan. Aku selalu melihat hal hal yang tak ingin kulihat karna itu sangat menjijikan. Pada awalnya ‘penglihatan’ itu sangatlah menggangguku tapi semakin lama semakin dewasa aku terbiasa dengan itu.
Hari ini adalah hari terakhirku di rumahku yang sekarang ini. Hanya tinggal sedikit barang yang tersisa di rumahku ini. Aku terpaksa pindah dari rumahku yang sekarang ini karena, aku di PHK oleh kantorku dimana kantor aku bekerja mengalami kebangkrutan sehingga banyak pegawai yang di PHK dari kantorku aku pun tak sanggup membiayai hidupku yang sekarang ini sehingga aku harus memilih untuk menjual rumahku ini dan pindah ke rumah yang lebih sederhana yang hasil penjualan rumahku ini bisa aku pakai sebagai modalku membuka bisnis bersama teman – temanku.
Setelah aku memindahkan semua barangku yang tersisa ke dalam truk aku memberikan kuncinya ke pemilik rumah ini yang baru. Lalu aku pergi ke rumahku yang baru yang lebih sederhana dari rumahku ini. Tempatnya cukup jauh dari pusat kota butuh waktu 20 menit untuk ke pusat kota tapi harganya sangatlah murah dan lingkungannya pun sangatalah indah dan masih sangat rindang oleh pepohonan karena sekelilingnya terdapat hutan pinus. Aku pun sampai di rumah baruku ini, ternyata cukup besar ya tidak sebanding dengan harga yang ditawarkan yang sangat murah bagiku. Konon kata orang - orang sekitar banyak kisah di balik rumah ini. Sudah banyak orang yang menempati rumah ini. Ada yang tidak kuat sampai mereka pergi dari rumah ini hingga ada yang tidak diketahui kemana perginya. Tapi aku tidak peduli dengan cerita – cerita yang beredar di sekitaran rumah ini aku tidak peduli jika aku bertemu dengan ‘mereka’ karna itu adalah makanan sehari - hariku. Tapi jujur rumah ini sangatlah besar dan sangat bagus menurutku. Saat aku datang aku di rumah ini aku sangat disambut dengan hangat oleh penjaga rumah ini yang bernama Pak Trisno. Ia seorang bapak - bapak berperawakan sedang dan setinggi aku, mungkin umurnya 50an karna tampak keriput diwajahnya dan uban di rambutnya, jalannya sedikit bungkuk, mungkin pengaruh umur, tapi tenanganya kuat.
