Hari masih sangat pagi, ya sekarang baru subuh tepatnya jam 4 pagi namun tak kala seorang gadis sudah bangun dari tidurnya dan sedang membersihkan setiap sudut kamarnya. Dia memang sudah sangat sering mengerjakan hal - hal seperti ini sejak dia berumur 10 tahun .
"Ternyata gak ada yang bakal berubah, gue baru sadar kalo gue semakin tersakiti . Bolehkah gue berharap akan sebuah keajaiban yang akan datang?" ucap seorang gadis.
Tok tok tok
terdengar suara ketukan dari luar yang membuat gadis di dalamnya tersentak.
"Ampun dah, masih juga jam 5 siapa sih yang udah ngetuk pintu aja? Gue berani jamin kalo bukan salah satu dari mereka". Guman gadis itu seraya berjalan membuka pintu
"Non Ana? ya ampun bibi kira belom bangun jadi bibi mau bangunin. Maaf ya non kalo bibi ganggu" ucap bibi kepada juliana.
Ya gadis itu adalah juliana. "Ya gapapa bi, ehmmm bi yang lainnya udah bangun?" tanya Juliana a.k.a Ana .
"Belum non, emang kenapa?" tanya bibi
"gak kok bi Ana cuman nanya doang, oiya bi sarapannya udah di buat?" tanya Ana kepada bibinya yang bernama Mirna .
"Sudah non tinggal dimakan aja soalnya yang lain juga pasti masih siap-siap" kata bibi
Setelah percakapan tadi Ana langsung bergegas ke dalam kamar mandi dan langsung bersiap-sipa. setelah 20 menit berlalu, Ana turun dan sudah mendapati keluarganya yang berada di ruang makan. Dia turun dengan wajah ceria yang tak pernah dia tunjukan kepada orang selain kepada "keluarganya" saja.
"Pagi ma, pa, ka" ucap juliana dengan senyum yang tak pudar sedikit pun walaupun tak dapat balasan balik dari mereka.
Dengan sedikit menunduk dia duduk di samping kakaknya untuk makan bersama. Dengan perlahan dia menarik kursi dan duduk makan dengan dengan tenang, setelah beberapa menit dia selesai makan, dia langsung berpamitan dengan orang tuanya dan pergi ke sekolah.
Juliana dengan nama lengkap Alena Juliana Fanning ini merupakan anak terpintar di sekolahnya. Ana bersekolah di sekolahan milik keluarga Barmantyo.
"Ma aku berangkat ya" ucap Ana seraya ingin menyalami tangan mamanya namun tak di indahkan oleh mamanya itu. Walaupun begitu, Ana tetap menunjukan senyum indahnya itu.
"Pa, Ma, julio, berangkat dulu ya". ucap Julio sang kaka dan menyalami tangan kedua orang tuanya itu.
***
Ana sudah sampai di sekolahnya yaitu BIHS atau yang biasa di kenal dengan Barm internasional high shcool. Saat baru tiba di depan gerbang, Ana langsung menunjukan sifat dinginnya kepada orang - orang di sana. walaupun begitu, kecantikannya tak pernah pudar dari wajah cantiknya itu.
"Pagi Ana!". Teriak seorang wanita yang sedang berlarian menuju ke arah Ana
" Apaan sih Ra, malu tahu di liatin anak - anak" ucap Ana dengan nada datarnya itu.
"he he he, gapapa kali emangnya salah gue teriak - teriak" balas Azura dengan nada kesal karena jawaban datar dari Ana.
Sekedar informasi kalau di sekolah Ana tidak menggunakan nama belakang atau marganya karena dia satu sekolah dengan kakaknya.
"Na, gue mau nanya deh, yang lain mana sih! kok masih belom dantang?". tanya Azura kepada Ana
"gak tahu" singkat dari Ana
"singkat amat mba jawabnya, gak ada yang lebih panjang lagi gitu daripada gak tahu" cerocos dari mulut Azura yang tak dia sadari kalau Ana sudah meninggalkannya jauh di sana.
YOU ARE READING
HOPE
RandomSebuah kejadian yang tak di sengajakan menjadi boomerang bagi seorang gadis cantik, yang tak tahu apa-apa dan harus menanggung sakit setiap harinya. Semua keceriaan yang dulu terukir indah di wajah cantiknya itu kini berubah menjadi sebuah es yang t...
