Hujan Penuh Rahasia

31 0 0
                                        

Hujan adalah rindu langit kepada bumi

     Bagi sebagian orang, hujan hanya sekedar turunnya jutaan rintik air dari langit. Hujan yang dapat menyebabkan banjir, aktivitas terganggu, atau hal lainnya. Namun, sebagian orang menganggap bahwa hujan merupakan momment yang sangat ditunggu dimana rindu menjadi nyata, dimana kesejukan menenangkan jiwa. Bagiku, hujan hanyalah kenangan. Yaaa, hanya sekedar kenangan karena setiap kali hujan turun, maka saat itu juga wajah-wajah yang pernah hadir dalam hidupku muncul.
     Tidak terlalu berlebihan jika aku menganggap semua yang terjadi dalam hidupku hanyalah permainan saja. Satu kali mencintai laki-laki sepenuh hati , namun semuanya berakhir dengan rasa sakit. Ironis, ketika aku bahkan sudah berjuang sampai titik terlemah sehingga untuk berbicarapun sudah tidak bisa, disaat itu juga aku berjuang dengan sepenuh hati untuk membuktikan bahwa aku benar-benar tulus. Menurutku, ini semua sama saja, tidak ada bedanya! Tidak ada yang namanya cinta sejati. Semua itu hanya Omong Kosong!!
     Tak ada lagi yang bisa kusebut sebagai kebahagiaan sejati. Semua hanya datang dan pergi begitu saja, secepat jarum jam yang bergerak memutari porosnya. Hari ini aku tersenyum, mungkin esok aku akan menangis, begitu pula sebaliknya. Kebahagiaan sejati sepertinya memang bukan menjadi teman untukku. Tapi inilah hidup yang harus aku jalani, sebuah takdir yang aku sendiri tidak tahu apakah aku memang layak untuk bertahan hingga akhir waktuku, atau mungkin menyerah kalah sebelum ajal menjemputku.
     Sebenarnya, ada hal yang lebih membuatku merasa sangat tidak bahagia hingga saat ini. Cinta. Ya, satu kata itulah yang membuatku justru terpuruk dan kehilangan arah untuk melangkah. Aku sepertinya sangat tidak bersahabat dengan kata "CINTA" itu.
     Sore ini, hujan turun begitu deras dan aku terjebak diantara kerumunan orang dan kemacetan kendaraan dibawah jembatan layang. Sebenarnya bukan masalah dimana kita berteduh, namun bagiku, dibawah jembatan ini mungkin sebuah masalah. Bagaimana tidak? Didepan tempatku berdiri sambil menjaga tas agar tidak kehujanan, asik sepasang kekasih. Suara tawa atau sesekali bisikan mesra seakan sengaja mereka umbar. Tak jauh dari tempatku, juga ada sepasang anak SMA yang asik saling menggenggam jemari tangan. Sementara aku? Tetap menggigil dan berharap hujan segera reda agar bisa keluar dari neraka ini.
     Sudah lebih dari setengah jam aku berteduh ditempat ini. Hujan semakin deras sementara matahari perlahan tenggelam. Lampu-lampu jalan mulai menyala terang, mobil dan motorpun makin banyak dijalan raya. Angin yang berhembus makin membuat rintik hujan langsung menghantam tubuhku. Dari tempatku berdiri, tampat seorang pria yang cukup tampan. Kulitnya kuning bersih dengan rambut yang klinis. Pria itu tampak sibuk berbicara lewat telepon genggamnya, sesekali tertawa. Dari caranya berbicara dan mimik wajahnya, mungkin ia sedang berbicara dengan kekasihnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 28, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Aku milikmu selamanyaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang