Halo mentari, Kita bertemu kembali untuk yang ke sekian kali di shift pagi salah satu kompetisi terbesar di asia, yang kebetulan diselenggarakan di kota kelahiranku. Pagi ini sama saja seperti kemarin, mungkin akan selalu sama dengan aktivitas yang cukup menyita tenaga.
"nanti jangan lupa diisi ya buku tamunya, beserta plat nomornya" kata seorang kepala lapangan di bandara
"baik pak, sudah ada yang datang tadi?" tanyaku.
Nampaknya belum, ku segerakan langkah kakiku menuju pintu kedatangan internasional karena menurut jadwal dari salah satu divisi bahwa pagi ini malaysia akan datang di pintu kedatangan internasional. Meski jarak pintu dan posko kami amat sangat dekat, tidak sampai satu meter tapi aku harus bersiap-siap bersama teman yang lainnya. Ditakutkan unschedule akan banyak hari ini, dan mobil di lapangan tidak cukup.
Setelah malaysia turun bersama dengan turunnya china dari salah satu maskapai singapura. Datanglah bapak-bapak dengan tinggi sekitar 180 cm badannya tegap dan sedikit berisi, memiliki kulit putih pucat dan potongan rambut yang cukup tipis.
"excuse me, i want discuss about japan luggage. Because tommorow canoe athlete will be in palembang with a few big baggage. Maybe i will give information about diameter of that luggage for cargo preparation" katanya.
Selanjutnya dia membuka beberapa lembar kertas beserta keterangan setiap inch dari setiap atlet jepang yang akan datang dan waktu kedatangannya. Kemudian karena rasa penasaranku terhadap negeri jepang. Aku berinisiatif mengantarkannya ke LRT pertama di Indonesia. Inilah awal pertemuanku dengan DIA. Dia memang ditugaskan di sub divisi LRT, kami tak banyak bicara. Pembicaraannya dengan orang dari jepang ini cukup menarik perhatianku. Dikarenakan dia bekerja keras mencari topik agar orang jepang tersebut tertarik berbincang dengannya. Sambil menunggu tiket diberikan kami duduk di ruang tunggu. Dia memberikan selembar peta kota palembang, peta tersebut akan dapat kalian dapatkan di store wonderful indonesia sebelah pintu kedatangan.
"thank you so much, i really need this" sahut orang jepang tersebut.
Dengan senyum merekah di menanggapi statement itu. Kesal memang tidak dapat berbincang dengan orang jepang tersebut gara-gara laki laki ini. Dengan tampang 'sok' ramahnya itu. Setelah itu ku sibuk kan diri melakukan aktifitas manajemen kendaraan untuk kontingen lainnya dan meninggalkan mereka. Ku pulang pukul setengah tiga sore dengan LRT, dan bertemu DIA lagi. Mr Ngeselin yang membuatku gagal dapat pin. Ku buang muka aja deh, pikirku.
YOU ARE READING
YOU
RomanceBolehkah ku mencintai? Jika boleh mengapa harus denganmu? Siang itu panas terik, di tengah hiruk pikuk bandara. Ku kenal sorotan mata itu untuk pertama kalinya. Semua orang nampak sibuk dengan rutinitasnya, aku pun juga. Mengapa aku tak bertemu oran...
