setitik noda part 1

22 5 2
                                        


Jihan pove

" Awas kamu ya. Jangan kemaleman pulangnya. Inget ini jamannya rawan. "

Suara lembut mamah mewanti-wanti agar aku pulang sebelum surya terlelap. Sedangkan aku hanya bisa menenangkannya dengan kata " iya ". Yaah walau aku sudah dimarah oleh mamah, aku masih tetap saja santai karena aku pulang kuliah bersama Jordan teman sekelasku.

" Makasih banyak ya Jo kamu udah nganterin Jihan. "

Mamah nampak senang dengan Jordan yang seperti punya perhatian lebih padaku. Tapi aku hanya menganggapnya teman.

" Iya bu, saya pamit ya bu udah malem. Assalamualaikum. "

Memang sih dia itu laki-laki idaman, tapi mau bagaimana lagi, tak ada yang bisa memaksa cinta.

" Wa'alaikumussalam. Hati-hati ya Jo. "

....

Pukul 24:45 wib di kamarku.

"Aaaaaa! Tidaaaaak! "

Seperti suara mamah, tapi kenapa mamah teriak? Kamarku yang berada di lantai atas menghalangi pendengaranku. Segera aku berlari kebawah.

" Innalillahi! Mamah! "

Mamah berlumuran darah ditubuhnya, ada pisau dan kayu disampingnya, rumah seperti kapal pecah.

" Bi Inem! "

Bi Inem asisten rumah tangga di rumahku juga ikut terkapar bersimbah darah.

" Hahaha. Ayo manis ikut sama abang ya. Hahaha. "

Tiga pria berwajah aneh menyeretku ke ruang tamu dan mendudukkanku di atas sofa dengan tangan dan mukutku terikat.

" Ayo manis kita main. "

Pria itu bicara dengan wajah sinis dan...

.........................................

Author pove
03:20 wib

" Dan! Disini masih ada satu korban wanita. "

Seorang polisi berseragam lengkap memanggil kepala unitnya.

" Jihan! "

Sang komandan ternyata mengenali gadis yang menjadi korban perampokan yang ditemuinya dalam keadaan pingsan tanpa bisana di sofa.lantas mereka mengantar gadis malang itu ke rumah sakit.

...............................................

Yusuf pove

Dirmuah sakit...

" Astaghfirullah! Maaf sus saya tidak sengaja. "

MasyaAllah! Wajah wanita itu, kasihan sekali dia.

Malam ini aku mengantar teman seperguruan silatku ke rumah sakit karena ia cedera dikeroyok segerombolan anak dari klub malam. Sungguh aku tak menyangka ternyata ancaman dari bos para berandalan itu menjadi nyata. Sungguh tak punya nyali! Mereka hanya berani keroyokan. Sungguh yang tak kuinginkan akan terjadi perang antara kelompokku dan para berandalan itu.

Ha! Aku baru ingat. Wanita yang kutemui di rumah sakit saat aku menabrak suster. Sepertinya aku tak asing dengan wajahnya.
Tapi, ah ya sudahlah bukan urusanku.

..............................................

Author pove

Jihan. Gadis malang korban pemerkosaan, kini harus rela kehilangan orang tua satu-satunya.

Tak ada yang menyangka. Hidupnya yang tampak penuh kebahagiaan kini bagaikan direnggut oleh takdir. Ia menjadi gila. Sayang sekali ia gagal menjadi sarjana akibat dari perbuatan para hidung belang yang haus akan harta.

Orang yang ia ingat hanyalah Johan teman sekampusnya. Entahlah tak ada yang tau Johan menghilang kemana. Apakah Johan sengaja meninggalkan Jihan ? Ataukah sengaja Johan pergi karena malu?

















Skian part pertama ini saya tulis, mohon vote, krisan dan share ya. Kalau ada kesalahan pada penulisan dan bahasa, mohon maklum penulis sedang dalam proses edukasi. Trimakasih sudah membaca ^_^ salam hangat dari Azza <3

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Oct 10, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

pendekar malamkuStories to obsess over. Discover now