"Selamat datang di.... "
"Cepat lari dari sini.... "
"Baiklah, Lynn....."
"Suatu hari, kau akan...."
"Mulai sekarang kau...."
"Ronnie !!!!"
Mimpi aneh ini mulai berdatangan kembali. Aku pun terbangun dengan gelisah
"Hwaa apa itu tadi, sekarang sudah pagi yah".
Mentari pagi sudah mulai bersinar, menyambut hari baru yang akan dimulai. Namun mungkin hari-hariku masih sama seperti biasanya. Aku adalah seorang siswa SMA biasa, yang menjalani hidup yang membosankan. Hari-hariku seperti berulang setiap harinya. Aku merapikan tempat tidur, mandi, sarapan, dan bergegas berangkat ke sekolah. Aku tinggal sendirian di sebuah apartemen kecil dekat sekolahku. Aku tinggal sendirian, berpisah dari orang tuaku. Biasanya, aku pergi ke sekolah dengan jalan kaki. Untung saja sekarang tidak ada jam pelajaran tambahan, jadi aku bisa santai sejenak sebelum berangkat.
"Wah, sudah jam 7 nih, aku berangkat saja".
Sesampainya di sekolah, aku langsung saja menuju kelasku. Tidak ada yang menyapaku atau mengajakku berbicara. Yah, sepertinya aku gagal mencari teman.
Hinaan dan cacian seakan sudah menjadi makanan sehari-hari bagiku. Bukannya aku tidak ingin berteman, namun aku tidak pandai berbicara pada orang lain. Mungkin orang lain menganggap, aku orang yang membosankan. Andai saja waktu dapat diulang kembali yah.
"Ehh, lihat tuh, ada guru datang !". Teriak salah seorang murid
Siswa yang lainnya juga segera menyadari keberadaan guru tersebut. Mereka bergegas kembali ke tempat duduk mereka masing-masing.
"Selamat pagi anak-anak !". Sapa guru Biologi tersebut.
"Pagi, bu !". Jawab serempak para murid.
"Hari ini, ibu akan mengabsen kalian dulu, Dion Herbert !". Ia mulai mengabsen.
"Hadir, bu". Jawabku singkat.
Yah, itulah aku, Dion Herbert seorang siswa SMA biasa berumur 17 tahun. Di sekolah, aku tidak memiliki teman. Aku juga dikenal penyindiri oleh siswa yang lain. Mungkin masa SMA ku ini terdengar suram, tapi beginilah diriku. Aku tidak keberatan bila dikatakan anak No Life, karena mereka mungkin benar.
Setelah guru selesai mengabsen, ia melanjutkan materi biologinya, yaitu tentang struktur tubuh bakteri. Beberapa orang di kelas ada yang tidak memerhatikan materinya, bahkan tidur. Setelah beberapa pelajaran lainnya usai, waktunya istirahat. Pada saat istirahat, aku hanya berdiam diri di kelas sambil memakan bekalku. Mungkin masa SMA bukan masa terindah bagiku. Seperti biasa, tidak ada yang mengajakku bicara atau bahkan pergi ke kantin. Aku menghabiskan waktu istirahat yang tersisa untuk bermain Handphone.
Akhirnya, saat yang dinanti pun tiba. Aku langsung mengemasi barangku dan bergegas pulang. Aku juga tidak mengikuti ekstrakurikuler apapun. Aku langsung pulang saja. Di apartemen, aku hanya melakukan hal yang normal dilakukan, seperti mengerjakan pr, belajar, terkadang juga aku selingi dengan bermain game atau menonton televisi. Enaknya hidup sendiri adalah, bisa melakukan apapun tanpa dimarahi orang tua
"Aku langsung tidur saja deh, mungkin besok aku mengalami hari yang sama lagi". Gumamku.
Aku menyadari kalau aku hanya mengalami hari yang sama setiap harinya. Karena itu, aku merasa bosan.Aku merasa bosan dengan hidupku sendiri. Tapi, aku tidak ingin untuk bunuh diri lho. Aku hanya merasa benci pada diriku yang sekarang ini.
"Ahh, lebih baik aku segera tidur saja".
Tidak perlu waktu lama bagiku untuk segera tidur. Aku juga tidak tahu mengapa, tapi yang pasti aku memiliki kemampuan ini sejak lahir.
"Mimpi buruk, terlahir dari orang lain".
YOU ARE READING
Start a New Life
FantasyMengalami mimpi aneh setiap hari, membuatnya gelisah. Apa sebenarnya maksud dari mimpi mimpi tersebut. Seorang pelajar yang berumur 17 tahun bernama Dion Herbert, menjalani kehidupan yang membosankan. Dia tidak pernah merasa semangat dalam menjalani...
