-awal-

19 1 0
                                        

perpisahan adalah sebuah pintu untuk pertemuan selanjutnya.

Gue memeluk erat tubuh tinggi besar itu sambil terisak-isak. Hari ini ia akan pindah ke kota lain.

"huaaaa jangan pergi napa, nanti aja pindahnya" isak gue sambil mengelap ingus gue yang udah meler. Winwin mengusap punggung gue dengan lembut.

Bayangin, gue dan winwin udah temenan 6 tahun, dari pas dia kelas 1 SMA, sampe sekarang dia udah selesai s1. Trus dia mau lanjut S2 di surabaya. Winwin nge kos dikosan sebelah (Pak Kimin), gue nge kos di (Bu Mimin).

"ntar gue berangkat bareng siapa, gue belum wisudaaaa"

"udah, ntar kan masih bisa telponan" ujar winwin nyoba nenangin gue yang sesegukan. "jangan nangis dong, gue jadi ga tega nih mau perginya"

"ya gimana, gue kan sedih banget" jawab gue sesegukan, kayak anak kecil yang abis tereak tereak nangis.

winwin ngusap punggung gue lembut.

"udah, nanti lo pasti ketemu orang baru juga kok" ujarnya dengan tenang.




YA KAN YANG GUE TEMUIN BUKAN ORANG MACAM LO WINWIN.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Oct 14, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

adiós • jaehyunStories to obsess over. Discover now