Diona's POV:
Rintik hujan terdengar bergantian berjatuhan diluar dengan semangkuk mie instant dan susu coklat yang hangat, Instrumen yang bercampur dengan suara hujan membuatku semakin enggan untuk berdiri dan mengambil ponselku yang tergeletak di atas kasur. Getaran notif menyerbu ponselku. Sebenarnya aku hanya menebak-nebak alasan yang membuat ponselku bergetar sedari tadi. Dan, alhasil tebakanku tepat sekali. Ya, obrolan sahabat-sahabatku yang sangat heboh membahas reunian SMA yang membuat ponsel ku terus bergetar. Grup Line bernama " TRUSTED " itu sudah ada sedari kami SMA yang berisikan 3 teman baikku dan aku. Safira, Mellyna, Kirana.
..
"Di, lo ikut reunian ga ni?" tanya Mellyn
"Lo ikut aja sih Diona"
"Ada Dinath lohh Di"
"Lo harus ikut pokoknya"
"Gue tulis nama lo ya di list"
"Kapan, dimana acaranya" tanyaku sembari menyeruput kuah mie
"Minggu depan, hari sabtu di Cafe Cerita" ujar safira
"Ntar an deh gue liat dulu jadwal kuliah gue" aku menjawab
"Sok sibuk banget si lo Di" omel Kirana
...
Aku lebih tertarik dengan mie instant dan susu hangatku dengan instrumen yang berpadu suara rintik hujan itu membuat semua perasaan ini luntur terbawa suasana yang menenangkan. Hari ini adalah Malam Senin yang berarti aku masih mempunyai waktu paling tidak seminggu lagi untuk memikirkan untuk datang atau tidaknya ke acara reunian SMA itu.
Hari demi hari terlewat begitu saja tanpa kusadari. Tidak terasa tinggal 4 hari lagi untuk memutuskan untuk pergi atau tidak. Yah, sebenarnya dari awal sahabat-sahabat ku memberitahuku mereka sudah heboh untuk berusaha membujukku untuk hadir di acara itu, dengan alasan ada Adinath satu-satunya teman laki-laki ku di SMA dulu.
Aku dan Adinath atau lebih sering aku panggil Dinath suda dekat sedari kamu kecil. Bahkan orang-orang sampai membuat perumpamaan sendiri "Kalo ada Dinath pasti ada Diona". Rumah kami dekat, keluarga kamipun dekat. Ya, Sedekat itu. Tetapi waktu itu, tepatnya waktu liburan kenaikan kelas 12. Hari libur sekolah terakahir Adinath datang ke rumahku membawa sebuah kotak dan kabar buruk itu. Kabar yang membuatku saat itu campur aduk, sedih, dan sangat kecewa saat Dinath menyampaikan bahwa dia akan pindah rumah sekaligus sekolah karena mengikuti ayahnya dinas ke luar kota.
Bersambung
