Dia sehangat mentari,
Berwarna layaknya pelangi,
Suci seperti melati,
Ceria bagai sang kuning,
Tak pernah layu, sebab terlihat abadi.
Andai dulu aku mencintai kehangatan,
Mungkin aku tidak akan membeku setelah kehilangannya seperti ini?
🌻
Duduk di salah satu kursi yang terletak bersebelahan langsung dengan kaca jendela bus adalah sesuatu yang sangat menyenangkan bagi Nada. Tentu saja karena gadis itu bisa tertidur dengan kepalanya yang bebas menyandar pada bagian kaca jendela bus. Itulah yang saat ini Nada lakukan. Matanya terasa berat. Jadi, dia memutuskan untuk segera mengambil ancang-ancang ingin tidur terlebih dahulu. Lagipula, perjalanan dari halte ini ke rumahnya, masih terbilang lumayan jauh.
Tepat sebelum Nada memulai aktivitas favoritnya (baca: tidur), gadis itu merasa sedikit gelisah. Lantaran dia merasa ada sepasang mata dari laki-laki yang duduk di bangku seberang yang tidak henti-henti memandanginya. Duh, kalau begini Nada sudah mulai tidak enak hati. Apalagi bangku di sebelahnya kosong. Bisa gawat kalau sampai laki-laki itu pindah dan melakukan hal yang tidak-tidak.
Tapi, apa hanya perasaan Nada, atau memang laki-laki itu pernah ia kenali sebelumnya?
Dia siapa?
🐝🌈
Ohayou!!!
Setelah hampir setahun enggak nulis, im back!!! Cerita ini udah lama banget ada di draft. Enggak pernah punya waktu buat ngelanjutin. Tapi aku suka sama cerita yang ini. Alurnya mungkin bakal belibet. Aku kasih peringatan di awal kalau ceritanya bakal panjang gais.
Aku usahain update setiap dua hari sekali untuk menghindari hal-hal aneh.
Oh iya, vote dan komen dong supaya aku tau kalau kalian udah baca. Hehe. Banyak mau memang anaknya.
Seeeeeee youuuu in the next chapter,
X!
YOU ARE READING
Amigdala
RomanceAmigdala dipercayai sebagai bagian otak yang berperan dalam melakukan pengolahan dan ingatan terhadap reaksi emosi. *** Secara diam-diam dan tak terduga, Nada menyimpan sebuah rahasia bahwa dia mengetahui tentang perselingkuhan Kenzo-pacarnya sendir...
