Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Prolog

2 1 0
                                        

"Piankuhhh" jerit seorang gadis manis dengan kaca mata yang bertengger menutupi matanya. Gadis itu merentangkan tangannya. Berhambur dalam dekap hangat pemuda tampan di hadapannya kini.

Pemuda dengan setelan casualnya itu terkekeh seraya membalas pelukan gadis mungil itu. Ia usap sesekali puncak kepala gadis itu penuh sayang.

"Gue kangen sama Lo, Ca.." kata pemuda itu. Rossa atau yang biasa disapa Oca itu mendongakkan kepalanya. Membalas tatapan teduh sepasang iris gelap milik Alfian. "Gue juga"

"Ekhem! Kok gue berasa orang ketiga ya? Oh hello. Spadaaaa" seorang pemuda lainnya nampak muncul dari balik tubuh Alfian dengan ucapan recehnya. Yang kompak membuat Alfian juga Rossa terkekeh karnanya.

"Iyannn... Kangen gila" Rossa merentangkan tangannya. Meminta dekapan hangat pemuda itu. Namun, bukannya memberikan dekapan. Ryan memilih memalingkan wajah. Pura-pura ngambek.

"Dih songong si onyet"

Tangan kekar Alfian tergerak mengacak rambut Ryan. Sementara Rossa memilih langsung mendekap tubuh atletis pemuda itu. Ketiganya kontan tertawa bersama. Ryan mengulurkan tangannya. Turut mendekap Rossa setelah sebelumnya mengacak rambut gadis itu.

"Kesel ih sama kalian. Liburan nggak ngejak-ngajak" Rossa melayangkan sorot mata kesalnya seraya bersedekap dada. Sementara kedua pemuda itu menahan tawanya dan kompak merangkul gadis itu.

"Iya deh maaf.. Lain kali kita Have trip bertiga" kata Alfian. Rossa masih saja cemberut.

"Ca, hello? This is you? Oh no! Oca Gue berubah!" ujar Ryan dengan konyolnya. Rossa menghembuskan nafas kesal.

"Pokoknya gue nggak mau tau, abis acara ntar malem, kita piknik. Pokok wajib kudu harus titik" cerocos gadis itu seraya melangkah keluar dari bandara. Tentunya dengan diiringi dua makhluk tampan titisan dewa Yunani itu.

"Apasih yang nggak buat Ocanya kitahhh"

Will be Fine

Dan benar seperti omongan Rossa siang tadi. Sehabis acara pensi yang di gelar oleh sekolahnya. Mereka bertiga langsung menuju puncak. Tak lagi diperdulikan waktu yang kian larut. Mereka telah berniat dengan ini.

Di dalam mobil yang hanya terisi tiga remaja itu tak pernah sepi. Selalu saja ada guyonan receh yang terdengar. Rossa sampai memegang perutnya yang terasa kram akibat terus tertawa.

"Jadinya nih ya.. Gue tuh udah percaya banget kalau tu orang turis luar negri. Guenya udah bener-bener ngobrol pakek bahasa inggris. Eh taunya dia Jawa tulen. Ya Maluku di Ambon lah gue" seru Ryan menggebu-gebu.

Ia tengah menceritakan pengalaman liburannya bersama Alfian di Puncak Mahameru kemarin. Dimana ia menjumpai seorang pria dengan kulit putih bersih. Rambut berwarna coklat terang dengan iris mata coklat. Ia yang terlalu yakin bila pria itu adalah Bule, mencoba menyapa dengan bahasa inggrisnya. Membuka Obrolan dengan orang itu. Namun naasnya, orang itu asli orang Jawa. Tepatnya Klaten, Jawa tengah.

"Ya lagian elo juga sih sok sokan akrab sama orang" sahut Rossa. Alfian hanya terkekeh geli mendengarnya.

"Saat kejadian itu ya, Ca.. Gue langsung aja bilang. 'Bukan temen saya, Mas'" Alfian tertawa sementara Ryan mendengus kesal.

"Sialan sih ya emang lonya"

Alfian juga Rossa tak henti tertawa sementara Ryan memilih kembali menatap jalanan. Tepat di tingkungan jalan yang tak jauh dari laju mobil mereka, sebuah truk muatan kayu nampak melaju dengan cepatnya. Ryan membelalak. Ia berteriak. Alfian yang terkejut segera berupaya mengendalikan laju mobilnya. Sementara Rossa, gadis itu memilih menutup mukanya. 

Dan semua terjadi begitu saja. Kegelapan itu mulai merangkul mereka bertiga. Malam dimana harusnya mereka bersenang-senang kini tlah berganti. Raut bahagia itu kini lenyap. Terganti raut penuh kesakitan.

Dari malam itulah, seluruh cerita bermula. Tentang bagaimana mereka kembali menatap kehidupan. Berdamai dengan apa-apa saja yang terjadi.

***

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 09, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Will be FineStories to obsess over. Discover now