Prolog

9 0 0
                                        

"Apakah perasaan itu terus menerus hilang arah? Atau memang dari awal tak pernah punya arah?"

Pertanyaan itu terus bergema di kepalaku sejak pertama kali aku merasa terikat padanya. Sejak tatapan matanya tanpa sengaja menumbuhkan sesuatu yang tak seharusnya tumbuh di hatiku.

Aku tahu, dari awal ini salah. Aku dan dia berasal dari dunia yang tak pernah sejalan. Tapi siapa yang bisa memilih pada siapa hatinya akan jatuh?

Setiap detik bersamanya terasa seperti berjualan di tepi jurang, indah sekaligus menegangkan. Karena aku tak pernah tahu apakah langkah berikutnya akan membuatku bertahan atau terjatuh?

-

Dan di situlah aku berada sekarang, terjebak di antara keyakinan, cinta, dan kenyataan.

[ Akan update setiap hari Senin, rabu dan jumat ]

DenialStories to obsess over. Discover now