#1. Park A Rin

53 6 0
                                        

Untuk sebagian orang, melupakan mungkin suatu perkara yang mudah. Semudah masak mi instan, yang tinggal masak lalu tiriskan. Tapi di kasusku, melupakan mantan itu seperti  harus merubah kebiasaan menggosok perutku terlebih dahulu sebelum menggosok bagian tubuhku yang lain ketika mandi. Sulit.!! Karena tanpa sadar tanganku telah bergerak dengan sendirinya.

Ku pikir, 6 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk belajar melupakan seseorang. Apalagi mantan. Selama 6 tahun ini juga berkali-kali aku melihat sosok gadis yang ku pikir itu dia. Entah di kampus, jalan, taman, bahkan di rumah pun tak jarang aku masih bisa melihatnya.

Segala macam cara telah aku coba untuk melepaskan diri dari kebiasaan mataku yang selalu mencari keberadaan dirinya. Dari mulai menyibukkan diri dengan tugas kampus, hingga sekarang saat bekerja pun tak jarang aku mengambil jam lembur.

Rutinitas berangkat pagi pulang tengah malam sudah di anggap wajar bagi kakak-kakakku. Kehidupanku saat ini tak ubahnya robot yang sudah di install untuk bekerja dan bekerja. Hingga suatu hari permintaan Ibu untuk makan malam bersama membuat lembaran yang telah usang membuka kembali.

Dengan langkah malas aku memaksa kakiku untuk berjalan menyusuri koridor rumah sakit yang masih tampak ramai. Jujur saja, meski Ayahku merupakan pemilik rumah sakit ini dan kedua kakakku merupakan pemimpin dirumah sakit ini juga. tapi, ini pertama kalinya sejak 7 tahun yang lalu aku kembali menginjakkan kaki disini. Alasannya mudah saja, karena Ayah serta kedua kakakku sudah bekerja disini. Jadi, untuk apa aku kesini.

Ayah, Ibu serta kedua kakakku semua memaksa agar aku juga bekerja di rumah sakit ini. Namun, dengan tegas aku menolak. Selama ini aku tak pernah menyesali keputusanku itu. Sebelum aku melihatnya.

Dia disana, tepat 100 meter di depanku. Dengan senyuman yang sama seperti yang selalu ia tampakkan kepadaku. Dia mengenakan pakaian khas seorang perawat. Tersenyum dan bercanda bersama rekannya sesama perawat. Ia tak menyadari kehadiranku, tubuhku mematung menatap wajah gadis yang telah tampak semakin dewasa semenjak 6 tahun yang lalu.

Park A Rin. Nama yang tak pernah bisa aku lupa. Gadis pertama yang mengenalkanku akan sebuah emosi bernama cinta.

"Yak!! Oh Sehun!!" Teriak seseorang tepat di sampingku. Membuatku terkejut dan lantas menoleh kearahnya. Sebenarnya tanpa menoleh pun aku sudah tahu siapa dia. Dia Hyung ku, Kim Junmyeon yang lebih sering ku panggil Suho Hyung..

Sebenarnya  Aku mempunyai dua orang kakak tiri, Kim Minseok dan Kim Junmyeon. Meski mereka bukanlah kakak kandungku, tapi mereka selalu baik dan memperlakukanku seolah aku adik kandung mereka sendiri. 
"Hyung!! Kau mengagetkanku!" Ujarku.

"Kenapa? Kau sedang menatap apa?"

“Bukan apa-apa.” Jawabku. Tapi Suho Hyung sepertinya telah menyadari bahwa aku sedari tadi menatap Park Arin.

“Cantik ya?” Ucapnya tiba-tiba dan membuatku terkejut.

“Siapa?” Tanyaku pura-pura tak mengerti.

“Gadis yang sedari tadi kau tatap.” Jawab Suho Hyung yang tentu saja membuatku salah tingkah.

“Eh.. hm.. Dia teman satu sekolahku.” Jawabku asal.

“Sungguh?? Dia tak pernah mengatakannya.”

“Kenapa dia harus mengatakannya padamu?” Tanyaku heran.

“Hmm.. sebenarnya ini rahasia.” Ucap Suho Hyung pelan. “Kau harus berjanji untuk tidak mengatakan pada siapapun. Ok!!”

Aku mengangguk mengiyakan.

“Kami sudah sejak seminggu yang lalu mulai berkencan.” Ucap Suho Hyung sambil tersenyum.

1 kalimat yang seolah menamparku dan membawaku kembali ke kenyataan. Aku tak bisa lagi mengendalikan ekspresi wajahku.

“Rencananya minggu depan aku akan mengenalkannya pada Ayah dan Ibu. Jadi, tolong rahasiakan hal ini. Ok!” Sambungnya. “Kau pasti terkejut kan?”

“Eh! Oh!” Aku mengangguk bingung. Aku terkejut, sangat terkejut. Bagaimana mungkin ini terjadi?.

“Ayo! Akan ku perkenalkan kau padanya.” Ajak Suho Hyung.

“Tidak Hyung! Jangan Sekarang!” Ujarku sambil menahan tangannya yang hendak menyeretku kearah Arin.

“Kenapa?”

“Ibu sudah menunggu. Dan juga, dimana Minseok Hyung?” Kilahku mengalihkan pembicaraan. Bagaimana mungkin aku bertemu dengan mantan kekasih yang kini telah menjadi kekasih kakakku? Tak bisa kubayangkan bagaimana canggungnya situasi kami nantinya.

“Ahh! Iya, dia sudah pulang. Karena terlalu lama menunggumu.”

“Lalu, kenapa Hyung tak pulang bersama saja tadi? Kalau aku tahu tentu aku tak akan kemari.” Dan aku tak harus bertemu dengan Arin serta mengetahui fakta bahwa dia kekasihmu. Lanjutku dalam hati.

“Karena aku sudah bisa menebak itu, makanya aku tak ikut pulang bersama Minseok Hyung. Lagipula, kapan lagi kau akan berkunjung kemari?.” Jawab Suho Hyung dengan tersenyum lebar.

“Terserah lah.!” Ucapku sambil berjalan mendahului keluar rumah sakit.


Tbc..

Untuk chapter pertama pendek dulu.. chapter berikutnya baru agak panjang..

Disini bakalan ada beberapa tokoh fiksi. Semoga aja kalian suka ceritanya..


You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 22, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

One and OnlyWhere stories live. Discover now