aku kira, hal hal semacam Vampire dll hanyalah sebuah khayalan dan tidaklah nyata. ya, bisa dibilang 'sama' seperti imajinasi. namun, bagaimana bisa aku masih menganggap Vampire dll itu tidak nyata, jika Semua itu ada di kehidupan asli ku?
.
.
.
cas...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yap, that was me. aku adalah seseorang yg mencintai hal2 berbau Vampire. aku mulai menyukai hal2 semacam Vampire sejak aku masih duduk di Kelas 5 SD. bayangkan, sudah 6 Tahun aku menyukai hal 'Aneh' itu. namun, itu menurut orang lain, bagi ku itu tidak aneh. hm, btw, aku punya seorang sahabat yg selalu bersama ku, Na Jaemin.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yap, that was him. tampan, kan? namun jangan lihat dari cover nya saja, kalian pasti tidak akan percaya dengan hal ini, shht, Jaemin itu mempunyai sikap seperti yeoja loh, haha, no no, i'm just kidding😂. sifat kami berdua bertolak belakang, ya pastinya aku yg kalem dong, dia yg bobrok, wkwk. aku bingung kenapa kami bisa bersahabat dari kelas 1 SMP.
Dia tahu semua hal tentang ku, begitu juga sebaliknya. selain sifat kami yg berbeda, hobby & hal yg kami suka juga berbeda. Dia mempunyai hobby renang, dan aku mempunyai hobby membaca. meskipun aku juga suka renang, tapi tak seperti Jaemin yg Sangaaaat suka berenang, kadang aku suka bosan, karna cerita yg ia ceritakan pasti selalu menyangkut tentang Renang. lalu, aku kan suka hal2 tentang Vampire, beda dengan nana, dia lebih suka Setan2-an,-
Gaada faedah nya ya nulis panjang panjang gini, lanjut aja ke ceritanya. . . . Renjun pov. Sore hari yg Tidak Cerah. kenapa? karna sepulang sekolah, aku harus kerkom di rumah Nana, yap dirumah jaemin. Nana selalu membantah jika aku meminta padanya untuk kerkom dirumah ku. mungkin dia benci rumah ku): padahal, dia selalu bilang 'Renjun-ah, rumah mu bagaikan istana,' menyebalkan.
Aku dan Jaemin menggunakan mobil Jaemin untuk pergi ke rumah nya. saat di perjalanan menuju rumah jaemin, aku membaca buku ku, itung2 nyicil buat ulangan lusa.
"Renjun-ah" ucap Jaemin. namun aku mengabaikannya, percayalah aku sedang fokus dengan buku ku, dan aku tipe orang yg tidak boleh diganggu kalau sudah serius, padahal jaemin sebenarnya sudah tau akan hal itu, mungkin dia amnesia .g
"Renjun-ah~" ucap Jaemin (lagi.) "Huang Renjun" ucap nya kesal. "HUANG RENJUN." Ucapnya untuk terakhir kali dengan nada kesal. "yak! kamchagiya." ucapku kesal juga pastinya. "kadang aku kesal dengan orang ini" ucap jaemin. "hh, jaemin-ah, stop mengatakan kalimat itu, kalau kau kesal, ya mengapa kau masih berteman denganku?,-" ucap ku. "kau ingin kita tidak berteman lagi? Selamanya?" ucap Jaemin dan aku hanya menatapnya, datar. "yak, orang nanya tuh dijawab, malah nanya balik,-" tentu saja aku kesal teman teman. "hh, sudahlah, aku badmood" ucapnya. "dasar, YEOJA." ucapku sambil menatap buku fisika yg sedari tadi aku abaikan hanya untuk berbicara dengan orang disamping ku ini. "ya ya, seperti itu saja terus, kau keras kepala" ucap Jaemin, dan kalimat itu sontak membuat ku semakin Kesal. "kau yg keras kepala, Pabbo!" ucap ku, kesal. "sudah sampai" ucap kang ahjussi yg sedari tadi mendengarkan pertengkaran ku dan Jaemin. "yak, aku tak ingat kalau ada kang ahjussi," ucap jaemin. "tuan muda mah emang selalu lupa kalau ada saya,-" ucap kang ahjussi pada Jaemin. "ani, saya ingat" Ucap Jaemin. "lalu barusan?" ucap kang ahjussi sembari menatap jaemin yg sedari tadi nyengir2 trs. "hehe" yak, dia nyengir kawan2. . . .
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.