Di malam yang dingin ini, aku hanya sendirian. Hanya duduk sambil menyesap cokelat hangat sejak jam tujuh. Aku hanya memandangi jarum jam. Hingga jarum jam sudah menandakan waktu 10:00. Aku pun pergi ke bioskop. Membosankan bukan? hanya berbalut jaket tipis dengan lengan compang-camping yang mungkin sedang trend di zaman ini. Aku menyusuri jalan setapak dengan sepatu Adidas yang mungkin sudah dari zaman SMA ku yang sangat indah itu.
Duk.
Aku merasa aku menabrak seseorang.
"Maaf,aku ceroboh."
Ia berkata.
"Oh,tidak apa-apa. Aku baik-baik saja. Hei, sepertinya aku mengenalmu."
Oh tidak. Aku dalam masalah.
"Maaf, aku tak punya banyak waktu. Sekali lagi maaf."
Aku terburu-buru.
Aku sangat takut.
Bagaimana masa laluku bisa menemukan ku lagi?.
Tuhan,beri aku kesempatan melupakannya.
Tanpa sadar,aku sudah berada di depan gedung bioskop. Aku mulai mencari film apa yang cocok untuk midnite ini. Aha! Bagaimana jika aku menonton film Titanic? Kesannya mungkin sedikit kuno,namun tak masalah.
Film pun mulai diputar.
Namun,aku tak fokus.
Aku masih teringat kejadian tadi.
Karena itu, aku cepat-cepat keluar dari bioskop itu menuju ke apartemen ku.
Aku sampai di apartemenku dengan terengah-engah. Sungguh aku takut. Takut semua memori lamaku terulang kembali.
Lanjut next week.
Ehehehehe.
