Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Muhammad Pradhana itu nama ku.

22 6 3
                                        

Setelah selesai melaksanakan shalat subuh bergegas meletakkan alat shalat yang telah di gunakan ke tempatnya, aku langsung menyambar hp untuk memeriksa jadwal kegiatan hari ini. Sambil menautkan kedua alisnya di tengah, hari ini hanya 2 mata kuliah yang harus di ajarkan artinya banyak waktu untuk mengkoreksi makalah dan hasil ujian tengah semester hari ini.

Muhammad Wardhana, biasa di panggil dhana,  seorang lelaki yang sederhana,  tidak terlalu tampan tapi di tunjang postur tubuh yang sempurna. Tidak mengherankan jika banyak wanita yang tertarik atau mencari perhatiannya, banyak juga yang patah hati atau hanya sebagai penggemar rahasia karena sikap dhana akan berubah menjadi cuek, kaku dan dingin jika ada yang cari cari perhatian apa lagi banyak mahasiswinya yang jelas jelas menggoda dhana supaya skripsi cepat di acc. Tidak heran hingga di usianya saat ini dhana masih melajang, sedangkan sang ibu sudah resah kapan anak ragilnya ini melangkah ke jenjang pernikahan.

"Le, ayo sarapan dulu" suara lembut yang dapat mengalihkan pandangannya dari hp untuk segera menjawab ajakan Asri sang ibu untuk sarapan pagi

 " iya bu, sebentar lagi ya". bergegas di taruh kembali hp nya di atas nakas, dan membuka pintu menuju ke ruang makan, sayup sayup terdengar suara pembawa acara berita di televisi membawakan berita terhangat pagi ini. 

" selamat pagi ibu ku sayang, masak apa pagi ini " sambil menarik kursi makan, " pagi juga le, ada nasi goreng kesukaan mu " sambil menyendokkan ke atas piring makan kemudian menyodorkan ke arah ku, tanpa di perintah dua kali langsung ku mambil piring tak lupa berdoa sebelum makan langsung menyantap nasi goreng buatan ibunya yang selalu menjadi favorit ku. 

"Le, ibu mau ngomong, lusa ibu mau ke rumah mbak ratih di surabaya" mendengarkan ucapan sang ibu membuatku  langsung berhenti makan dan menatap ibu " kangen sama cucu ya bu" kata ku sambil tersenyum, " iya le, ibu juga sekalian mau mengajak mbak mu kembali ke jakarta. setelah perceraian nya pasti repot mengurus citra seorang diri" dengan nada prihatin " lagi pula mbak mu kan bisa cari kerja disini, menurut kamu gmn le", " ya gak pa pa bu, ini juga masih rumah mbak ratih juga bu. lagi pula rumah ini akan kembali ramai karena citra akan meramaikan rumah ini bu". "kebetulan mbak mu juga punya pemikiran yang sama le, pasti berat menghadapi keputusan bercerai dengan mantan suaminya "kata ibu dengan mata berkaca kaca. 

Sambil meneruskan makan tetapi ada perasaan berat di dalam hatiku mengingat rumah tangga kakak perempuan satu satunya yang ternyata mengalami kekerasan dalam rumah tangga, dan betapa syok nya ibunya ketika mengetahui hal itu.

"Le, kamu mau gak kalo ibu kenalin dengan anaknya teman ibu" kata ibu sambil menyuap nasi goreng.

Aaaah di bahas lagi dalam hatiku, " kenapa bu, kok pagi pagi sudah ngebahas soal kenal kenalan segala " jawabku sambil mencoba sesantai mungkin.

" Le, usia kamu sekarang sudah berapa. sudah waktunya kamu memikirkan berumah tangga, jangan karena mbak mu bermasalah dengan rumah tangganya kamu gak mau nikah" kata ibu

"Bu, aku ga seperti itu. aku pasti akan menemukan calon istri yang pas untuk jadi ibu anak anakku dan mantu yang sayang sama ibu" ujarku sambil tersenyum untuk menenangkan ibu.

"Aku juga gak mau rumah tanggaku berantakan bu" tambahku, sedangkan ibu hanya menatapku lembut sambil mengelus kepalaku. " ya sudah lanjutkan makannya, tapi kalau dalam beberapa bulan ibu belum dikenalkan sama calonmu tetap ibu kenalin ma anaknya temen ibu yo le" ujar ibu menutup pembicaraan pagi ini dengan di iringi helaan nafas panjang, bagaimana pun aku hanya ingin mendapatkan pendamping dengan usahaku sendiri bukan di jodoh jodohin seperti ini.

Setelah selesai sarapan aku langsung menyiapkan keperluan untuk mengajar dan bergegas mandi, setelah ganti baju kerja  aku segera mencari ibu untuk pamit berangkat karena sudah terbayang kemacetan jalan jakarta yang tidak ada ujung nya. " Bu pamit kerja dulu ya " sambil mencium tangan sang ibu, " hati hati di jalan ya le, jangan ngebut nyetir mobilnya". " Siap ibuku sayang" sambil jalan beriringan ke arah garasi.

Seperti biasa keluar komplek rumahku sudah di sambut dengan kemacetan, untung jadwal mengajarku hari ini di pukul 10.00 pagi, masih sempat untuk mengkoreksi tugas tugas yang sudah menumpuk di mejanya atau menyiapkan mata kuliah yang akan di ajarkannya nanti.

 Sambil menghela nafas agak panjang, akhirnya sampai juga di kampus yang sudah 2 tahun ini menjadi tempat mengajarnya ' Universitas Budi Waluyo '. Sapaan selamat pagi dari mahasiswa atau mahasiswi yang berpapasan dengannya hanya di jawab dengan anggukan sambil tersenyum tipis, langsung menuju lift untuk membawanya ke lantai ruangan nya. Di usianya yang menginjak 32 tahun, banyak yang terkagum dengan apa yang sudah di capai oleh dhana, lulusan S2 dari universitas negri ternama di jakarta dengan predikat Summa Cum Laude, tetapi banyak juga yang menyayangkan kenapa dhana mau mengajar di universitas swasta di banding dengan universitas yang bonafide yang dapat memberikan gaji yang lebih. Tidak ada seorang pun yang tahu pekerjaan sambilan dhana di malam hari.. dia juga seorang anggota band yang bernama "Replace"

================================================================================

Hai hai saya penulis baru, harap maklum ya banyak typo atau kaku bahasanya mohon Vote and komennya yaa... :)

note : setelah absen beberapa saat ada beberapa yang di revisi, harap maklum yaa... :)

Win, Loose or Draw..Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang