Flower Road [One Shot] ✓

434 60 10
                                        

Play the media when you'll read this story. Hope you like it

🌸🌸🌸

sesangiran ge jebeop chumneyo
dangsinui aneseo saldeon ttae boda
mojiram eobsi jusin sarangi
gwabunhada neukkil ttaejjeum nan eoreuni dwaetjyo

🌸🌸🌸

Incheon, April 1998

Setiap musim semi, Incheon merayakan Festival Sakura Incheon Grand Park dimana taman besar ini dipenuhi dengan pepohonan merah muda bunga sakura.

Festival seperti ini yang selalu dinantikan kedua anak kecil dengan pakaian khas taman kanak-kanak mereka. Bahkan kedua anak itu tampak sengaja langsung mengunjungi festival tersebut tanpa pulang ke rumah dan mengganti pakaian mereka terlebih dahulu.

Sesekali anak laki-laki—Jongin—itu berusaha melindungi anak perempuan—Kyungsoo—yang pergi bersamanya ke festival bunga sakura. Usianya yang lebih muda satu tahun dari Kyungsoo itu tidak membuatnya berhenti untuk melindungi apa yang seharusnya dia lindungi.

"Aku anak laki-laki, noona. Sudah pasti aku lebih kuat darimu. Akulah yang harus melindungimu, bukan sebaliknya." Itulah yang dia katakan pada Kyungsoo yang berada di sampingnya—dengan tangan mungil mereka yang saling bertautan—ketika Kyungsoo mengatakan bahwa harusnya ia yang melindungi Jongin, sebab usianya yang lebih tua dari Jongin.

Menyusuri jalan yang penuh dengan orang yang berlalu-lalang menikmati hamparan bunga sakura bermekaran serta mengeluarkan aroma khas musim semi itu tidak membuat keduanya merasa takut atau khawatir, seolah-olah yang mereka lakukan telah menjadi kebiasaan mereka.

Ya, memang keduanya sering menghabiskan waktu bersama. Sepulang sekolah, Kyungsoo akan bermain bersama Jongin hanya sekedar bermain sepeda bersama atau menikmati angin bersama di halaman belakang rumah Kyungsoo atau rumah Jongin. Tidak hanya itu, kegiatan menyusuri sepanjang jalan yang penuh dengan hamparan bunga sakura seperti yang mereka lakukan saat ini adalah kegiatan yang wajib mereka lakukan setiap tahunnya, sepulang sekolah dan tanpa berganti pakaian terlebih dahulu.

Namun kali ini berbeda bagi Jongin. Selain melakukan rutinitas tahunannya bersama Kyungsoo, Jongin juga ingin mengatakan sesuatu pada Kyungsoo. Menurutnya, ini adalah waktu yang tepat untuk memberitahu Kyungsoo. Sudah tidak ada waktu lagi bagi Jongin, waktu yang dimilikinya tidak banyak lagi.

Setibanya di penghujung jalan, Jongin berhenti melangkah dan itu membuat Kyungsoo yang berada di sampingnya ikut terhenti serta memberikan tatapan anehnya pada Jongin.

"Ada apa?"

"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu, noona." Jongin menghela napas sejenak dan menatap Kyungsoo dengan tatapan sendunya, berbeda dengan Kyungsoo yang malah menatapnya heran dengan alis yang bertautan.

"Aku akan pindah minggu depan." Ucap Jongin dengan satu tarikan napas membuat kerutan di dahi Kyungsoo semakin dalam.

"Kau ini bicara apa, Jongin? Kenapa cepat sekali, aku tidak mengerti apa yang kau katakan. Pelan-pelan saja, aku akan mendengarkannya."

"Aku akan pindah minggu depan, aku akan ikut appa dan eomma pergi ke Jepang."

"Kau bercanda, Jongin?"

"Tidak, noona. Aku memang akan pergi minggu depan."

"Bagaimana bisa kau meninggalkanku sendiri, kau tau jika temanku hanya kau? Lalu siapa yang akan menemaniku bermain? Siapa yang akan pergi bersamaku ke festival bunga sakura tahun depan? Siapa yang akan menjagaku jika kau pergi?" Tanya Kyungsoo pada Jongin disertai dengan lelehan air mata yang telah mengalir di pipi Kyungsoo.

Flower Road [Kaisoo One Shot] ✓Stories to obsess over. Discover now