1

22 4 0
                                        

Seseorang yang dulunya selalu menghabiskan waktu bersamaku dulu sekarang telah menjadi orang asing, orang yang sama sekali tak kukenali.

Akupun merasa aneh, yang dulunya sangat hangat ketika bersama, sekarangpun diriku adalah orang yang tak berani menyapa.

Aku menyesali kebersamaan yang sempat menghadirkan cinta didalamnya,

Jika saja waktu dapat diputar,
Aku pasti tak akan berani mencintaimu jika akan berakhir menjadi asing kembali,
aku ingin kau kembali kepadaku bukan karena kita pernah saling mencintai,
Tapi kembalilah kepadaku layaknya tak ada cinta di antara kita, itu lebih baik daripada kau harus kembali menjadi masa laluku.

Hari sudah menunjukan pukul satu malam, namun mata Kimberly masih enggan tertutup. Dia hanya menuangkan semua yang dirasakannya melalui tulisan,
Tak semua yang dirasakan bisa di ungkapkan terkadang yang tak bisa di ungkapkan hanya bisa dituliskan melalui untaian kalimat yang terkandung banyak makna di dalamnya,

Kimberly sama sekali tak menghiraukan waktu yang terus berjalan dengan cepat, baginya menulis adalah separuh dari jiwanya. Tak ada yang bisa mengerti perasaannya, kimberly selalu menutupi semua kesedihannya dengan tertawa disetiap harinya tanpa ada yang tau derita yang kimberly rasakan.

Disaat Kimberly berada di luar rumah dia tak pernah terlihat bahwa dia sedang sedih ataupun merasakan sakit, dia selalu menunjukan wajah cerianya saja tanpa ada yang tau jika hari sudah berganti malam, kepingan kepingan kesedihan selalu datang menghampiri.

"KIMBERLYYY!! Wake Up!" Suara Kathleen menggema dikamarnya Kimberly,

"Alright mommyy" Kimberly merasa terganggu dan segera bangun, dia baru sadar kalau semalam dia terlalu asik menulis hingga dia tertidur di meja belajarnya.

"Bersiaplah segera, daddy mu sudah menunggu di bawah untuk sarapan" perintah Kathleen

Dengan langkah malas Kimberly berjalan menuju kamar mandinya dengan berjalan gontai karena masih mengantuk.

Kimberly adalah anak tunggal dari Kathleen dan Robert, sang pebisnis handal di New York.

Kimberly sudah siap dengan seragam sekolahnya dan menuruni anak tangga seraya melihat daddy dan mommy nya, Kimberly mengulum senyumnya.

Dia seharusnya bahagia karena memiliki keluarga yang selalu ada untuknya, mommy dan daddy nya selalu menyempatkan waktu di sela kesibukannya untuk Kimberly.

Tapi Kimberly selalu merasa sepi, tanpa hadirnya.

"Morning my girls!" Seru Daddy Kimberly ketika melihat gadis kesayangannya itu.

Kimberly tersenyum simpul "Morning too my hero!"

Kathleen hanya bisa tersenyum melihat pandangan yang sangat indah didepannya ini. Kimberly tak pernah menampakkan kesedihannya kepada siapapun itu kecuali terhadap dirinya sendiri.

"Mommyy, Kimberly Sekolah duluu" Pamit kimberly kepada mommy nya,

Disekolah, suasana seperti biasa pada umumnya. Banyak siswa dan siswi berlalu lalang dihadapan kimberly yang hanya duduk di koridor sekolah barunya.

Tak banyak yang kimberly kenal karena dia baru memasuki sekolah ini,

Kimberly'sWhere stories live. Discover now