IM DONE

9 2 0
                                        

'Biar ku tunjukkan arti cinta sesungguhnya.
Di mana bahagia akan hidup di sana, kecewa hadir di dalamnya, dan harapan menjadi hiasannya.
Kebencian bahkan tak dapat bersanding dengannya.
Itulah cinta yang sebenarnya'
※XCocaine※



Memandang rintik hujan dari balik kaca memang lebih menyenangkan daripada keluar dan berada di bawah payung dengan sepatu basah.

"Maaf, Hun. Tapi aku benar-benar tidak menyukai hujan"
Kudengar decakan tidak suka mengudara dari ponselku, seolah ingin menendang runguku.

Aku bisa membayangkan bagaimana wajah kesalnya saat ku katakan "Aku tidak bisa keluar"

"Seberapa besar kebencianmu terhadap hujan, Nona Hwang?"

Kini giliranku yang berdecak, "Lihatlah betapa kekanakannya dirimu, Oh Sehun"

"Dan akan ku lihat betapa besarnya cintamu padaku"

Betapa dia pintar membalikkan kata dan membuatku sulit mencari alibi.

"Dorm ini sangat sepi. Cepat datang!
Karna aku tidak akan pergi apapun yang terjadi"
Kemudian, sambunganpun berakhir.

Pria itu benar-benar menyebalkan.
Aku yakin, otak mesumnya itu mulai mendominasi. Mungkin saat ini dia sedang melakukan sesuatu dengan adik kecilnya.

Ya, baiklah.
Dia ingin melihat seberapa besar cintaku padanya'kan?
Akan ku perlihatkan bahwa kebencianku terhadap hujan tidak lebih besar dari rasa cintaku padanya.

-------------------------------

'Inilah cinta.
Bukan perasaan yang tertumpu pada nafsu, namun nafsu itu adalah bentuk dari rasa rindu yang terpendam lama dalam kalbu.'
※XCocaine※




"Sehun menunggumu di kamarnya"
Pria dengan hoodie berwarna hitam yang membukakan pintu dorm setelah aku mengetuk beberapa kali, mempersilahkanku masuk.
Namun aku malah diam membatu dengan mata yang tak lepas dari wajah mempesonanya.

Wajah ini yang memenuhi kartu memori di dalam laptop putihku. Wajah yang menjadi wallpaper dalam ponselku.
Kurasa, tidak apa-apa jika aku menyentuhnya.

"YA! KIM JONG IN! APA KAU MEMBLOKIR PINTU ITU?!!"
Teriakan tak berpengertian itu membuat tanganku seketika terhenti dan mengambang di udara.
Dengan segera aku menurunkan kedua tanganku.

Aku menghembuskan nafas berisi oksigen rasa kecewa dengan menghasilkan beberapa kata, 'Padahal hanya tinggal beberapa senti lagi'.

Pria itu benar-benar tidak pengertian!. Tidak mengerti keadaan indah yang sedang ku alami.
Namun kemudian, kurasakan kedua tanganku di tarik olehnya. Membuat tanganku membentur wajahnya.
Aku menyentuhnya! Oh Tidak! Maksudku, kedua tanganku membingkai wajahnya! Wajah Kim Jong In!
Sepertinya ada kupu-kupu berterbangan di dalam hatiku. Aku merasa sangat senang. Jantungku seakan ingin melompat keluar.

Oh Ya ampun, Kim Jong In.
Jika aku adalah lilin, aku pasti sudah meleleh sekarang.

"KIM JONG IN!!!"
Kali ini, kadar kemurkaan makhluk di dalam sana berada di ambang batas kewajaran, hingga menghasilkan teriakan yang membahana.

"Kau akan pergi, oppa?"
Dia mengangguk dan tersenyum kecil.
Ku harap sepasang kakiku masih mampu menahan tubuhku yang lemas karna senyum tipisnya.

"Sehun mengusirku, Yong".
Dia menjawab seraya melewatiku dengan terburu-buru.

Apa Sehun semenakutkan itu?

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 03, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Im DoneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang