1- Our story begin

26 4 0
                                        

Febby pov:

Hai.... Nama ku Febby Anindiyah, lahir dalam keluarga yang sederhana, ayahku seorang petani dan ibuku mempunyai toko kecil2 an. Aku anak pertama dari tiga saudara, dan sekarang aku menempuh pendidikan di salah satu universitas swasta di Jakarta.

Selain kuliah,aku mempunyai aktivitas lain yang tak kalah pentingnya, yah benar, bekerja. Meskipun pendidikan ku terjamin. Tapi beasiswa tidak menjamin kehidupan sehari-hariku.

aku mempunyai otak cemerlang yang cepat tanggap, bahkan dari sekolah menengah pertama sampai sekolah menengah atas aku menjadi murid akselerasi. Dengan otak yang cemerlang, paras cantik, dan sikap mudah bergaul membuat ku menjadi salah satu primadona di kampus ini, bahkan banyak orang yang bilang aku pantas menjadi model atau artis.

Dengan muka yang baby pace persis orang korea, bulu mata lentik bibir tipis menawan, tubuh mungil sangat cocok menjadi artis, aku sendiri pun bingung, mengapa paras ku berbeda dengan keluarga ku yang lain, semua kerabatku berkulit sawo matang khas indo muka yang hitam manis khas jawa tentu saja membuat otak cerdas ku memiliki pertanyaan tersendiri, darimana aku mendapatkan muka khas korea ini, jawaban nya hanya ada dua. Pertama, kata ayah buyut dari buyutnya buyutku orang korea. Dan kedua, tentu saja kuasa ilahi.

tapi tentu saja tak ada manusia yang sempurna, begitu juga denganku, aku mempunyai otak yang sangat cerdas tapi pelupa akut mengenai hal- hal yang sederhana, juga mempunyai tingkat kecerobohan yang tinggi.

Bahkan teman- teman ku sendiri sampai heran bagaimana seorang febby yang sangat cerdas tapi dalam praktek kehidupan sehari-hari sangat konyol.

Mario pov:

Menjadi pewaris tunggal maurer company, memiliki sekolah,universitas dan rumah sakit pribadi, serta wajah yang rupawan mejadikanku sebagai kategori pria impian, yah itulah aku Mario Maurer. Pria dewasa yang berumur 26 tahun, dengan perawakan tinggi tegap, hidung mancung, rahang kokoh, dan senyum menawan ditambah dengan pembawaan tegas dan sikap tak tersentuh menjadikan aku seorang yang disegani. aku benci perusuh, bagiku tidak ada tolerir bagi orang yang mengganggu ketenanganku.

Aku sangat suka mendengarkan musik, yah, aku hanya merasa tenang ketika alunan nada-nada itu masuk ke telinga ku dan tentunya, aku menyukai musik yang bergenre klasik. Aku juga pandai memainkan beberapa alat musik, diantaranya gitar, piano, biola dan harpa. Selain bekerja dan latihan bela diri, musiklah yang menjadi gegiatan sehari-hariku. benar-benar kehidupan yang membosan bukan?.

Banyak yang tidak tau bahwa dibalik wajah dingin dan sifat ketusku aku hanyalah sosok yang rapuh yang bersembunyi dibalik tampang sempurnaku.

Memory ( Pending)Where stories live. Discover now