P R O L O G

2.6K 318 30
                                        

Why am I in love alone, Why am I hurting alone.

Laki-laki kecil nan tampan itu duduk dipojok kamarnya sambil meringkuk ketakutan. Setetes air mata jatuh dari sudut matanya dengan deras.

Dia menutup kedua telinganya erat-erat sambil menggelengkan kepala, berusaha untuk menghiraukan keributan diluar kamarnya.

"Sudah kukatakan berkali-kali. Kalau kau tetap bermain cewek setiap malam, lebih baik kita bercerai saja." Ujar seorang wanita paruh baya kepada suaminya yang terlihat mabuk bersama wanita lain.

"Ini urusanku. Terserah aku ingin bermain dengan cewek lain, dan asal kau tau saja ya. Daridulu aku tidak pernah mencintaimu sama sekali. Kalau bukan karna perjodohan ini, aku tidak mungkin mau menikahi wanita jalang seperti mu."

Plak!
Satu tamparan keras mendarat dipipi kanan laki-laki paruh baya yang sedang mabuk.

"Oke kalo itu maumu. Aku akan pergi dari rumah ini. Satu lagi, aku akan membuat surat cerai." Abis bicara seperti itu, wanita paruh baya langsung masuk kedalam kamarnya. Memasukkan semua pakaian dan barang-barangnya kedalam koper besarnya.

"Eomma, hiks." Gumam laki-laki kecil nan tampan itu sambil menangis sesunggukkan.

"Aku akan membawa Minho." Ujar wanita itu lalu masuk kedalam kamar putra sulungnya.

"Minho?" Panggilnya sambil menyalakan lampu kamar anaknya.

"Eomma." Minho, nama laki-laki kecil nan tampan itu berlari memeluk tubuh ibunya.

"Ayo kita pergi dari rumah ini ya sayang." Ujar ibunya Minho dengan lembut.

Minho mengangguk setuju. Dia mulai mengambil pakaiannya didalam lemari dengan bantuan ibundanya.

Saat ibunya memasukkan pakaian kedalam koper kecilnya. Minho menatap ibunya yang sedang terisak dengan sedih.

Setelah selesai mereka berdua keluar kamar. Meninggalkan sosok kedua insane yang tengah bercinta di atas sofa ruang tamu.

Ibunya Minho yang melihat adegan yang tak pantas segera menutup kedua mata putranya.

"Jangan melihatnya." Ujarnya.

Minho anak berusia 10 tahun, tentu saja dia tidak bodoh apa yang lagi dilakukan oleh ayahnya kepada perempuan itu.

Maka saat itu juga, Minho sangat benci kepada ayahnya yang telah mengkhianati cinta tulus dari Ibunya.

###

3 tahun kemudian ...

"Eomma, Aku berangkat sekolah dulu ya." Ujar laki-laki tampan dengan tubuh tegapnya mencium kedua pipi ibundanya yang sedang memasak.

"Hati-hati ya dijalan." Ujar ibunya lembut sambil tersenyum manis.

Minho menganggukkan kepalanya, lalu ia berjalan keluar rumah.

"MINHO!" Panggil ibunya. Minho membalikkan badan menghadap ibunya yang lagi berjalan mendekatinya.

"Pulang sekolah Eomma ingin mengajakmu jalan-jalan. Jadi, Eomma akan langsung menjemputmu disekolah ya?" Tanyanya.

"Kenapa ga aku aja yang menjemput Eomma?" Tanya Minho.

"Jangan, biar kita langsung pergi saja." Minho menganggukan kepalanya dan kembali mencium kedua pipi ibundanya.

"Aku pergi." Ujar Minho tersenyum sambil melambaikan tangan kanannya.

Ibundanya menatap punggunh anaknya dengan tatapan penuh artian.

###

Pulang sekolah ...
"Eomma!" Panggil Minho kearah Ibunya yang sekarang ada disebrang jalan.

Ibu Minho tersenyum kearah anaknya sambil melambaikan tangan kirinya.

Ibunya memberi kode kepada Minho untuk tetap disana. Karna banyak kendaraan yang berlalu-lalang.

Setelah diliat cukup sepi, Ibu Minho mulai melangkahkan kaki menyebrangi jalan.

Tiiiiiiinnnnn ...
Ckiiiittt ... Bruakkk ...

Seketika waktu berhenti berjalan. Semua yang ada di sekelilingnya langsung diam begitu saja.

"Eomma." Lirih Minho menatap tak percaya kejadian didepan matanya.

Ibunya tergetak diatas aspal dengan darah yang berceceran dari kepalanya.

Minho langsung lari mendekati ibunya.

"EOMMA!"

"Eomma, Hiks-"

"Tolong selamatkan ibuku, kumohon." Pinta Minho sambil menangis kencang.

Semua orang yang mengelilingi mereka berdua langsung saja menghubungi ambulan.

"Eomma bangun. Kumohon, bangun." Pinta Minho sambil menepuk pelan pipi ibunya.

"Eomma jangan tidur, kumohon bangun."

"Eomma jangan tinggalin Minho sendirian."

"Kumohon bangun." Tangisan Minho tambah kencang. Dia memeluk tubuh ibundanya erat-erat.

Gak lama, seoarang pria paruh baya datang dan ikut berjongkok disamping Minho.

Pria paruh baya itu menaruh jari telunjuknya di depan hidung Ibunya Minho.

Minho menatap pria tua disampingnya. Minho tau arti tatapan dari pria tua itu. Tapi dia masih tidak percaya kepadanya.

"Ibuku masih hidup. Tentu saja IBUKU MASIH HIDUP." teriaknya.

"EOMMA BANGUN!" Teriak Minho sambil menggoyang-goyangkan tubuh ibunya.

Selang beberapa menit kemudian, suara Ambulan datang.

Pria tadi menarik kedua tangan Minho agar melepaskan genggamannya dari badan sang Ibu.

Semenjak kejadian ini, Minho mulai benci kata "Perpisahan tanpa ucapan" karna saat Ibunya tertabrak truk, tak ada kata-kata yang sempat ibundanya sampaikan kepada dirinya.
Tersenyumpun tidak ibunya lakukan.





###

Bawa ff- Minsung lagi nih.
Gimana sama ff satu ini?
Tapi ini lebih ke angst
Segitu aja, semoga ada yg suka.

Ramein lah:'v

Lanjutin ga nih?


Bby, Ndaa💕

THANTOPHOBIA [MinSung]Stories to obsess over. Discover now