We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Just One Little Kiss

10 1 3
                                        

Chandra Suryaputra, pemuda berkebangsaan Indonesia yang tengah kebingungan menghadapi kekasihnya, Choi Jae-joon atau Ujun (nama panggilan sayang dari Chandra). Bagaimana tidak, mereka telah menjalin hubungan selama enam bulan. Enam bulan dan tidak ada kontak fisik, secara romantis.

Bukan seperti pegangan tangan atau memeluk pasangan, bahkan Jae-joon selalu memegang tangannya atau memeluknya secara tiba-tiba. Tapi mencium pipi sang kekasih. Terdengar sepele memang tapi hal tersebut membuat Chandra pusing.

Dikala setiap pasangan ingin dicium, Jae-joon malah menolak secara halus. Terlebih ketika suasana yang dirasa Chandra sudah pas untuk mencium sang kekasih, Jae-joon selalu saja menghindar.

Gimana Chandra tidak frustasi?

“Mas? Mikirin apa?”

Suara bariton yang terdengar familiar bagi Chandra sukses mengembalikan Chandra pada kenyataan. Ya, dirinya tengah melamun.

“Ga mikirin apa-apa kok, Dek,” senyumannya mengembang kala netranya menatap Jae-joon tengah tersenyum lebar, membuat jemarinya mengusap pipi Jae-joon sambil mencubitnya pelan.

Yang dicubit hanya tertawa renyah, meraih tangan Chandra lalu mencium jemarinya, “bener Mas ga mikirin apa-apa? Adek lihat, Mas kayak mikirin sesuatu.”

Iya, mikirin gimana caranya supaya bisa cium kamu

“Eh? Engga kok, Mas ga mikirin apa-apa. Beneran.”

Jae-joon yang mendengar penuturan Chandra hanya menatapnya lekat-lekat, sambil mendekatkan wajahnya ke arah Chandra. Sedangkan yang ditatap hanya terdiam, tidak bergerak sama sekali.

“Loh Dek kok deket-deket? Mas ga—!”

Ucapan Chandra terhenti kala bibir sang kekasih mendarat dengan sempurna di pipinya, memberikan kecupan ringan.

“Iya iya. Adek percaya kok,” ujar Jae-joon dengan senyum manis yang menghiasi wajahnya, menatap sang kekasih. Yang ditatap hanya bisa menyentuh pipinya, tempat dimana Jae-joon menciumnya. Perlahan, rona kemerahan menghiasi pipi Chandra.

“Muka Mas merah! Kyeo—!! Mas!!”

Jae-joon memekik kala Chandra menerjang dirinya, menghujami dirinya dengan kecupan kecupan di seluruh wajah. Sehingga posisinya sekarang adalah Chandra berada diatas tubuh Jae-joon.

Posisi yang membuat siapa saja yang melihatnya akan berpikiran ambigu

“Kamu tau, Mas tuh selalu mau cium kamu. Tapi kamu selalu saja menghindar. Mas kira kamu gamau Mas cium. Gataunya kamu curi start.”

Jae-joon yang mendengar ucapan Chandra hanya terkekeh pelan seraya mengalungkan tangannya pada leher Chandra, menariknya mendekat, “maafin Adek ya, sampai Mas berpikir seperti itu. Habis reaksi Mas lucu sih, jadi Adek kerjain aja.”

Chandra mendengus pelan mendengar ucapan kekasihnya tersebut, seringaian kecil nampak pada wajahnya kala dirinya mendekatkan wajah pada telinga kekasihnya, berbisik dengan suara rendah; membuat wajah Jae-joon memerah seperti tomat matang.

“Mas ga tanggung jawab kalau Mas berbuat lebih dari sekedar kecupan, Dek.”

Drabbles of Chandra and Jae-joonStories to obsess over. Discover now