Rintik tangis tak akan pernah membendung duka,
mengalir hening seiring rindu yang meluka.
Gemuruh riung benci tak akan mencibir,
mengurai segala kata derita laksana angin menghembus kelopak bunga.
Tetes bulir demi bulir kenagan tak sempat terusap,
membuai penyesalan tentang ketidak hadiran kata yang terucap.
Serangkaian lamunan fiksi selalu tertanam,
namun sekejap sirna bagai kilatan awan pekat disenyap malam
7 juli 2018
Ig: @aqli_anas
KAMU SEDANG MEMBACA
Cuaca Batin
PuisiHanya berusaha menulis semua kata yang tak terucap, dan bola mata tak mungkin saling menatap, waktu pun pergi meninggalkan kita yang tak sempat menghadap
