Bodoh!

9 2 0
                                        

   Mereka selalu berkata, Tuhan tak akan pernah memberimu ujian lebih dari batas mampu dan sanggupmu.  Apakah kau percaya ?
Lantas bagaimana jika Tuhan terus menerus memberimu ujian yg semakin berat ? Apakah kau akan sanggup sedangkan kau tidak pernah bersandar pada-Nya ? Apakah kau pernah berfikir, kalau Tuhan menyayangimu tapi mengapa malah mengujimu dengan segala cobaan yg sedemikian berat ? apa kau pernah berfikir kalau Tuhan cemburu pada cinta yg kau beri pada makhluk-Nya sedangkan kau tak pernah mencintai-Nya ? apa kau percaya bahwa sesungguhnya Tuhan menciptakanmu untuk menjadi baik dan bahagia, atau malah membuatmu menerima luka hingga kau terburuk dalam penderitaan yg tiada henti ?
Apakah kau percaya kalau Tuhan itu ada ?

   Aku hanyalah seorang gadis sederhana yg kesepian, tak pernah bahagia karena tak ada apapun yg harus aku harapkan dalam kehidupan ini. yg aku  inginkan hanyalah untuk dicintai, orang bilang cinta dapat meluluhkan segalanya dan cinta adalah kekuatan terbesar didunia ini, tapi yg aku terima hanyalah cacian, makian dan segala kekecewaan. hari hariku tak ada yg istimewa, bagiku jika hari ini buruk dan aku yakin hari esok pasti akan lebih buruk.
    Aku selalu berpura pura menjadi sosok lain yg bukan diriku, tertawa lepas, bergerak gesit kesana dan kemari hanyalah sebuah tipuan yg aku lakukan untuk menyembunyikan lukaku. tak ada seorangpun yg perduli terhadapku, tak ada yg paham lukaku, tak ada yg paham penderitaanku, dan tak ada yg paham kalau aku ingin mengakhiri hidupku. ya aku tahu, semua tak akan ada yg paham karena aku tak pernah menjelaskan dan merekapun tak ingin mengetahuinya.

"... Aku tak pernah jatuh cinta, aku tak pernah mencintai dan akupun merasa tak ada seorangpun yg mencintaiku, hanya cacian, makian, dan amarah yg aku ketahui. Hingga akhirnya aku tahu apa itu cinta, tapi tidak pernah seperti ini. hanya kecewa, amarah, kepedihan dan lukanya begitu dalam hingga terasa menusuk dijantungku..."

  Waktu terhenti di pukul 22 : 00 WIB, jutaan mata telah terpejam, jutaan jiwa sudah  merasa tenang, jutaan mimpi yg indah telah tergambar dan sebagian kekecewaan telah terkubur dalam lelahnya malam.
Hembusan angin malam menemaniku dengan sejuta kekecewaan menyelimuti batin, dinginnya malam memelukku erat.
Amarah, kesal, kecewa dan putus asa hanya itu yg aku rasakan.
begitu jelas bagai sebuah sembilu menancap tepat dijantungku hingga aku kesulitan bernafas tanpa aku tahu aku harus bagaimana?
aku hanya berpura pura tersenyum agar kedua orangtua ku tak melihat air mataku mengalir diujung akhir yg melelahkan
dan ini sudah terlalu malam untuk menangis, sudah terlalu malam untuk berbincang. kedua orangtuaku pun telah terlelap dalam mimpi indahnya sedangkan aku baru berada dirumah karena padatnya aktifitas kantor.
  Jantungku terasa amat sakit, aku sedikit sulit bernafas, aku perlahan tanpa mengeluarkan sebuah suarapun aku berhasil masuk kedalam kamarku. kututup pintuku dan aku lepaskan seragam yg masih melekat ditubuhku, kemudian aku terduduk diam di meja riasku, menatap wajahku yg nampak begitu lelah, ku bersihkan segala riasan yg masih terlukis indah diwajah. Pilu, meski itu yg aku rasakan saat aku menatap wajahku di cermin, entah bagai hanya karena hal bodoh aku merasa teraniaya dan tersiksa.
ku baringkan tubuh lelahku diranjang yg hanya berbalut selimut. ku pejamkan mataku perlahan, menarik nafas dalam dan mulai menangis. Sakit! itu yg aku rasakan.

" .. aku pernah mencintai, tapi tidak sesakit ini. aku pernah terluka, tapi tak separah ini. Aku tak pernah kecewa karena cinta hingga aku kesulitan bernafas.. "

  Airmataku mengalir dengan begitu deras, amat perih yg aku rasakan. aku tak mengerti apa yg aku rasakan, hanya saja aku benar benar berniat mengakhiri hidupku.
setiap aku memejakan mataku, hanya wajahnya yg kulihat, wajah seseorang yg aku cintai meskipun ia melukaiku.

" Aku takut, nanti kalau kamu udah lulus ketemu sama yg lain aku dilupain "

"  Ya enggaklah! aku kan sayang sama kamu, kamu cinta pertama aku, jatuh cinta cukup sekali, ga akan ada cinta selanjutnya "

" Janji ya ? "

" iya kok aku janji, aku selalu pegang kata kataku "

" kalau nanti kita putus ga boleh ya pacaran sama siapapun lagi "

" iya kamu janji ya Lam, kalau bisa nanti diumur 22th kita ketemu, terus kita nikah. hahaha "

" iya juga, janji ya haha "

Masalalu itu kembali terekam diingatanku, sebuah ingatan manis yg justru kini jadi bumerang yg terus menyiksa perasaanku. begitu jelas ku dengar suaranya mengajakku membuat janji janji itu. aku tak dapat menghentikan airmataku.
dan aku terjebak dalam perkataan ku sendiri, aku hanya jatuh cinta satu kali, dan aku terjebak dalam cinta dimasalalu itu.
5tahun yg lalu, percakapan itu terjadi, dan aku masih saja merekam jelas semua kata kata yg terucap dari bibir manisnya. hal itulah yg membuatku terus menangis, janji yg ia ucapkan dulu tak seperti kenyataan yg aku dapat, dimana aku sering kali melihatnya bermesraan dengan yg lain.
aku tahu itu bukan hak ku, meski sudah 5tahun berlalu
tak ada sedikitpun rasa cintaku yg pudar darinya.
begitu berat rasanya kulihat dia bersama dengan yg lain bukan diriku.
aku tahu ia tak mencintaku, tapi mengapa ia tak menghargai perasaan cintaku padanya ?
Kecemburuan ini membunuhku secara perlahan.

airmataku terus mengalir, menangis seseorang yg bukan lagi menjadi bagian dihidupku
bodoh memang, aku masih mencintai masalaluku, aku masih mencintai seseorang tak pernah ku temui selama 5th terakhir.
dan aku masih mengharapkan ia mencintai aku kembali.
aku terus menangis tanpa bertindak apa apa
aku tak berniat memberi tahunya jika aku cemburu dengan postingannya bersama yg lain.
aku hanya menangis sendirian
hingga mataku lelah
dan akhirnya aku pun tertidur pulas dengan airmata yg mengering dipipiku.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jul 05, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

EndingWhere stories live. Discover now