Pertemuan kami tidak di sengaja. Aku yang saat itu hanya sedang duduk bercengkrama bersama teman-teman sambil merasakan udara siang di halaman sekolah. Kamu pun lewat. Tanpa sapa, tanpa tanya, tanpa kata apapun. Tertunduk lewat dengan gagahnya.
Aku mulai bertanya-tanya, siapa kamu? Berhasil lewat dengan conggaknya.
Bisik temanku, kamu adalah kakak kelas kami di sekolah. Aku memang bukan anak yang aktif di sekolah. Hal tersebut tentu membuatku tidak banyak mengenal senior kelas.
"Ooh" gumamku singkat mendengar bisiknya.
.....
Setelah kejadian itu, semakin sering kamu lewat santai di depan kami. Hingga hari itu berbeda, kamu lewat sambil melirik ke arahku sehingga mata kami beradu.
Aku sesak napas, jantungku ber-irama lebih cepat dari biasa.
Aku kenapa?
.....
Malam itu terasa panjang, lamunku tak kalah panjang. Aku memikirkan perasaan yang tidak biasa aku rasakan.
Aku mulai gelisah dan tidak bisa melupakan ketika mata kami beradu.
Aku jatuh cinta? Aah, mana mungkin!
Aku terus berkilah, sekuat tenaga.
Aku tahu diriku. Jatuh cinta bukanlah hal yang biasa. Bahkan aku menafikan bahwa cinta itu ada. Sebab, saat itu, yang aku tahu, aku hanya ingin fokus belajar demi mengangkat derajat orangtuaku.
Tetapi kali ini berbeda, bayangnya berhasil mengusik hari-hariku. Aku mulai rindu dan ingin melihatnya (lagi).
Oke baiklah, aku pastikan.
Aku jatuh cinta.
Ya! Aku mencintaimu.
BINABASA MO ANG
#2
RomanceKata orang, cinta itu indah. Tetapi bagiku tidak. Ia mampu menumbuhkan trauma psikis yang kuat terlebih pada hati..
