Prolog

1K 56 25
                                        

"Abi."

Abi menengok saat Keevana memanggilnya. Dahinya berkerut memandang gadis yang berdiri kikuk dihadapannnya. Ia menoleh ke kiri dan ke kanan memastikan bahwa gadis itu memanggil dirinya, bukan Abi yang lain. Setelah memastikan tidak ada Abi yang lain disekitarnya, Abi menunjuk dirinya sendiri.

"Lo manggil gue?"

Keevana mengangkat wajahnya gugup. Dia menelan ludah berkali-kali. Batinnya bersorak memberikan dukungan untuk dirinya sendiri. Cmon Key, ini kesempatan. Hari ini adalah hari kelulusan, setelah hari ini mungkin dia tidak akan bertemu Abi lagi. Ia harus mengutarakan perasaan yang sudah dipendam selama tiga tahun.

"Gu...Gue mau ngomong."

"Apa?"

Abi mengamati Keevana lekat. Wajah Keevana tidak asing--jelas karena mereka satu sekolah. Ia memutar bola matanya mengamati Keevana dari ujung kaki hingga ujung kepala. Gadis mungil dengan rambut dikepang dua dan kacamata besar yang bertengger dihidungnya. Persis seperti tokoh nerd yang ada di film-film. Abi tertawa dalam hati. Ternyata masih ada manusia aneh di dunia nyata. Apalagi seragam kebesaran dan rok pendek yang panjangnya sebetis yang digunakan Keevana menambah kesan ajaib pada dirinya.

"aku..su...suka sama kamu." Rangkaian kata indah yang sudah disusun Keevana lenyap sudah. Hanya empat kata itu yang sanggup dia keluarkan. Bahkan ssuaranya terdengar sangat kecil dan bergetar. Keevana hanya berharap Abi dapat mendengarnya. Sehingga ia tidak perlu bersusah payah lagi mengucapkan kalimat yang menohok tenggorakannya itu.

Telingga Abi masih normal. Walaupun suara Keevana sangat kecil tapi Abi masih bisa mendengarnya. Abi hanya tidak percaya dengan pernyataan Keevana. Mana mungkin gadis dihadapannya ini suka kepadanya?Abi tidak mengenal Keevana. Alhasil ia pura-pura tidak mendengar. "Lo ngomong apa tadi?"

Tubuh Keevana menegang, keinginannya tidak terwujud. Keevana memberanikan diri menatap bola mata hitam milik Abi. "Aku suka sama kamu sejak tahun pertama kita di SMA. Aku gabisa nahan lagi. Kamu mau gak jadi pacarku?" ucap Keevana cepat dengan satu helaan nafas. Dia menutup mulut lancangnya. Ini tidak sesuai rencana.

Rencananya Keevana hanya akan mengutarakan perasaannya kepada Abi bukan meminta laki-laki itu menjadi pacarnya. Keevana tidak berani berharap lebih. Dia cukup tahu diri. Abi adalah pria populer disekolah mereka. Tampan, pintar dan kaya. Ketiga komponen itu sudah melekat pada diri Abi. Mana mungkin Abi mau menjadi pacar dari gadis culun, bodoh dan ceroboh seperti dirinya.

"Benarkah?" wajah Abi berbinar-binar yang membuat pipi Keevana merona. Abi tersenyum kepadanya?ini seperti mimpi. Keevana mengangguk cepat, tidak ingin membiarkan Abi menunggu terlalu lama.

"Ya gue mau jadi pacar lo." ucap ABi masih dengan senyum menawannya. Keevana ingin berteriak kencang. Ia menepuk pipinya sendiri. Garis-garis dibibirnya terangkat membentuk cengiran lebar. Dia tidak menyangka Abi mau menjadi pacarnya. Hatinya sangat berbunga-bunga seperti ada ribuan kupu-kupa yang berterbangan. "In your dreams."

BYURRRR....

Abi menyiram wajah Keevana dengan air es yang ia pegang. Senyum menawannya digantikan dengan senyum sinis, "Lo pikir lo siapa berani-beraninya mau jadi pacar gue?Bangun oy cewek jelek kayak lo gak pantes jadi pacar gue. Jangan kebanyakan mimpi!" serunya tajam berlalu meninggalkan Keevana yang masih berdiri tegak.

Keevana mengusap wajahnya kasar, ia melepas kacamatanya yang sudah basah terkena air. Selapis air mata turun dari bola mata coklatnya. Dia tidak pernah menyangka akan mendapatkan penghinaan seperti ini. Dia sudah menyiapkan diri jika Abi tidak membalas perasaannya. Tetapi mendengar perkataan Abi yang menusuk sungguh jauh dari perkiraannya. Keevana memegang dadanya, berharap rasa sesak didadanya hilang. Tangisannya pun pecah seiring langkah Abi yang semakin menjauh. DIa hanya mampu menatap punggung Abi.

Belum sampai disitu, puluhan timpukan kertas yang diiringin dengan sorakan melayang kearahnya. Keevana memutar bola matanya menatap puluhan pasang mata yang tertawa melihat tingkah bodohnya. DIa tidak menyadari pernyataan cintanya terhadap Abi ditonton teman-teman sekolahnya.



++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Hallooo masih ada yang baca kah?

akhirnya setelah 3 tahun, aku kembali lagi dengan cerita usang ini. Aku memutuskan untuk me-repost lagi, hehe *labil. Sebelumnya makasih buat temen-temen yang udah nanyain mulu tulisanku. Untuk tulisanku yg COY mohon maaf filenya sudah lenyap gaes *hikss...

sementara The Zephyr, aku ada rencana untuk post cerita itu lagi tapi aku butuh waktu. karena masih gantung sekali cerita itu baru setengah jalan.

btw minal aidzin ya guys. 


Salam Meow

29-6-2018

Leosenja

ObsessionDes histoires addictives. Découvrez maintenant