Menceritakan tentang kakak beradik bernama Datta Singh Khurana dan Pragya Singh Khurana, mereka memang anak orang terpandang di New Delhi, hal itulah yang membuat keduanya berlaku sombong.
Tapi sebuah peristiwa mengharuskan mereka merubah gaya hidupnya
Sedangkan disalah satu daerah di Bandra, hidup seorang laki-laki berusia 28tahun, ia sangat sederhana dan pantang menyerah, hobinya membaca buku, mungkin jarang laki-laki yang memiliki hobi seperti itu. Abhisek Verma
Ia bekerja disebuah cafe, meskipun gaji tak besar tapi ia bisa mencukupi kebutuhannya dan ibunya, semenjak ayahnya meninggal dialah yang harus menanggung beban keluarga
Berbagai hal akan ia alami. Terutama setelah ia bertemu dengan Aliya Batacharjee, seorang perawat rumah sakit kota yang melarikan diri dari rumah karena selalu disiksa oleh ayah tirinya
-0-
Eps 01
Pragya meraba meja samping tempat tidurnya yang seperti tempat tidur seorang putri, besar dan mewah, tepat sekali mengisi kamar yang sangat luas itu, dengan dominasi warna putih dan cokelat, pernak pernik serba mahal mengisi kosongnya kamar putri bungsu seorang pengusaha pakaian ternama di Delhi, Raj Singh Kurana.
Pragya Singh Kurana, gadis berusia 26tahun yang setelah lulus kuliah belum bekerja, ia masih menikmati semua milik orang tuanya, ia termasuk gadis yang malas dan angkuh. Semua keinginannya harus terpenuhi kapanpun ia inginkan, ia memiliki seorang kakak bernama Datta Singh Khurana, berusia 29tahun, seorang model dan penyanyi yang namanya tengah melejit. Ia tak kalah sombongnya dengan Pragya, ia merasa lebih dari siapapun. Tetapi ia sangat menyayangi adiknya, ia tak akan membiarkan siapapun menyakiti Pragya, mungkin memanggil Pragya saja harus lebih dahulu mendapatkan ijinnya
"Halo bhai" Jawab Pragya dengan suara parau karena ia baru saja bangun tidur
"Pragya, aku tunggu di Fine Cafe sekarang juga"
"Emh memang ada acara apa?"
"I have surprise, please come fast"
"Baiklah, aku datang" Pragya mematikan telefon
Ia membuka selimut dan memperlihatkan dirinya memakai baju tidur yang sudah bisa ditebak harganya tidak murah
Pragya menyibakkan rambut panjangnya yang menjuntai ke depan
"Baru jam 1 siang, ada apa bhai mengajakku ke cafe?" Pragya bertanya-tanya sendiri
Ia bergegas mandi
-0-
Fine Cafe
"Aku minta semuanya harus perfect" Teriak Datta pada para pelayan
"Baik Tuan Datta" Jawab Tuan Shandu, manager Cafe tersebut
"E Abhiiii" Tuan Shandu memanggil seseorang
Tak lama seorang pemuda tampan dengan jambang dan badan kekar datang
"Ini Tuan Datta, dia ingin memberikan kejutan untuk...." Tuan Shandu meminta jawaban dari Datta tentang siapa yang akan ia berikan kejutan
"Someone special" jawab Datta
"Ya intinya kau tolong atur tempat ini sebaik mungkin, jangan buat kesalahan sedikitpun" kata Tuan Shandu kemudian
"Baik tuan" jawab shabir, meski suaranya lembut tapi terdengar sangat tegas
"Oke, tunggu apalagi? Laksanakan, waktumu tak banyak" Kata Datta, ia kemudian duduk disebuah sofa dengan menopangkan kaki kanan diatas kaki kirinya, tangannya pun mulai sibuk memainkan ponsel
Abhi mengajak teman-temannya mulai mendekorasi ruangan agar tampak ceria dan romantis
'pasti untuk kekasihnya atau istrinya' batin Abhi,ia tak sadar tersenyum sendiri. Ia membayangkan bagaimana jika ia yang menyiapkan hal itu untuk seseorang, karena selama ini ia hanya sibuk bekerja dan membaca buku saat memiliki waktu luang
Satu jam kemudian, semua selesai dan tepat saat itu, sebuah mobil sport berwarna hitam berhenti didepan cafe
Seorang gadis mengenakan dress panjang berwarna merah hati dengan cardigan panjang berwarna hitam turun dari mobil itu, mungkin heels yang ia kenakan setinggi 7cm, ia melepas kacamata hitamnya dan melihat sekeliling, ia juga sempat mengibaskan rambut panjangnya ke belakang, sehingga orang-orang yang melihatnya terpana
Dengan langkah yang terlihat angkuh ia memasuki cafe itu
"Oi welcome my jaanu" Datta menyambutnya, Pragya pun langsung memeluknya
"Its for me?" Pragya terbelalak melihat dekorasi cafe yang tampak sangat indah itu
"Of course, cmon" Datta menggandeng lengan Pragya dan menbawanya kesebuah meja yang sudah ia pesan khusus
"Silahkan duduk" Datta sedikit membungkukkan badannya
"Oh you are so sweet" Pragya memegang sebelah pipi Datta dan duduk, Datta pun duduk diseberangnya
Ia menjetikkan jari memanggil seorang pelayan wanita yang berdiri tak jauh dari mereka
"Ya tuan?"
"Tolong minuman special yang tadi ku pesan"
"Baik tuan, segera ku bawakan"
"Bhai, apa ini? Aku tidak sedang berulang tahun" kata Pragya pelan
"Hm, tebak"
"Kau mendapat project baru?"
"No"
"Kau mendapat tawaran majalah?"
"Salah"
"Ayolah, kenapa kau main tebak-tebakan?"
"Kau jawab saja dulu"
"Aku tidak mau" Pragya menyilangkan kedua tangan didepan dada
"Kali ini aku akan membiarkanku cemberut"
"Oh serius? Baiklah!" Pragya membuang muka
Karena Datta tak bergeming, ia pun tak sabar
"Oke aku menyerah, katakan saja"
"Kau ini payah, jadi.... Mira sebentar lagi akan menjadi kakak iparmu"
"What???? Maksudmubl dia..." Datta hanya menjawab dengan kedipan matanya
"Aaaaaaa ini benar-benar kejutan" Pragya langsung berdiri dan memeluk kakaknya dari belakang, tangannya bergelayut manja dileher Datta
"Kau ini sudah 26tahun tapi masih saja seperti anak 15tahun" Datta mencium tangan kanan adiknya itu
Keduanya memang benar-benar menyayangi satu sama lain, Datta selalu bisa menjaga Pragya dengan baik
"Permisi" Sebuah suara mengejutkan mereka, Pragya menegakkan badannya dan menoleh ke belakang, pelayan itu mengenakan topi dan masker
"Ini minumannya, silahkan" Abhi meletakkan minuman itu dimeja, dan kembali ke belakang
"Tunggu!" Teriak Pragya
Abhi pun membalikkan badan
"Aku butuh es batu"
"Baik tunggu sebentar" Kata Abhisek
Pragya kembali ke kursinya
"Bhai sungguh aku bahagia mendengarnya, aku tidak sabar akan menjadi adik ipar Kak Mira, dia sangat baik"
"Ya tapi kau perlu membantuku untuk meyakinkan ayah dan ibu. Kau tahu kan mereka belum setuju?"
"Soal itu kau tenang saja, aku akan lakukan apapun untukmu, yesss...tak" Tak sengaja tangan Pragya menyenggol gelas es batu yang baru akan Abhi letakkan diatas meja, es batu itu tumpah dan mengenai bajunya yang duduk tepat disamping Abhi berdiri
"Aduh, kau ini bagaimana sih?!"
"Maaf nona, aku benar-benar tidak sengaja!"
"Enak sekali kau bilang maaf, dasar pelayan! Sekarang bersihkan ini!" Pragya menunjuk meja yang basah
Abhi bergegas mengambil lap dan membersihkan meja itu
"Ayo kita pindah kesana!" Ajak Pragya, Datta tidak ikut bicara karena ia tahu adiknya bisa mengatasi itu
"Pasti dia tak pernah makan di cafe, dasar pelayan" Ucap Pragya, Abhi hanya diam mendengar umpatan itu
"Sudah lupakan, oya kau mau makan apa?" tanya Datta
"Aku sudah tidak mood makan, oh ya ampun, sepatuku...."
"Ada apa jaanu?"
"Lihat, sepatuku juga kotor, kemana dia?!'' Pragya berdiri
"Kau mau kemana?"
"Dia harus bertanggung jawab" Pragya mencari Abhi ke sekeliling cafe dan menemukannya yang berjalan ke arah toilet
"Heh pelayan!" seru Pragya
"Ya?"
"Lihat! Akibat perbuatanmu, sepatuku kotor, cepat bersihkan!" Pragya mengangkat kaki kanannya
"Kau bisa membersihkannya dengan tisu kan?"
"Apa? Kau yang membuat kotor dan aku yang harus membersihkannya? Sekarang cepat bersihkan!" Pragya memberikan beberapa lembar tisu pada Abhi
Abhi membungkukkan badan didepan Pragya, namun tak segera membersihkan sepatu gadis itu
"Kenapa diam? Cepat lakukan!"
Abhi justru berdiri dan menatap Pragya dari dekat, Pragya langsung mundur karena terkejut
"Aku memang pelayan tapi aku memiliki harga diri!" Hanya kalimat itu yang keluar dari bibir Abhi, lalu ia meninggalkan Pragya
"Heh! Kau pikir kau siapa ha?! Kau belum tahu siapa aku? Akan ku tunjukkan padamu!" Teriak Pragya, ia segera membersihkan sepatu lalu kembali kedepan
"Kita pergi saja dari sini"
"Tapi jaanu, kita belum makan apapun"
"Lupakan saja soal makan, aku tidak suka disini"
Datta pun menuruti kemauan Pragya
Dari kejauhan Abhi hanya menggelengkan kepalanya melihat Pragya
-0-
Keesokan harinya, Abhi tengah melajukan motornya yang termasuk jenis lama, itu adalah peninggalan ayahnya
Dilampu merah, sebuah mobil sport putih berhenti disampingnya
Sesuatu terasa jatuh dilengan kemejanya dan menempel disana, Abhi meraba benda yang ternyata adalah permen karet, ia menoleh ke samping kanan, dan melihat seorang gadis di dalam mobil
"Upsss sorry, ku pikir tempat sampah" Pragya lalu menutup kaca mobilnya
Abhi tak memikirkan itu, ia hanya mengambil permen karet tersebut dan membungkusnya dengan kertas bekas yang ia temukan ditas
Sesaat kemudian lampu hijau menyala, mobil Sport tadi melaju kencang meninggalkan Abhi di belakang
"Bhai, baru kali ini ada orang memperlakukanku begitu" Pragya mengadu pada Datta jika Abhi tak menuruti kata-katanya kemarin
"Apa aku perlu maju?" Datta masih fokus menyetir
"Tidak perlu, aku bisa mengatasinya. Dia harus sadar dia itu siapa"
"Aku percaya, tak akan ada yang mengalahkanmu"
"Tentu saja, siapa yang berani melawan Pragya Singh Khurana" Pragya membanggakan diri
Mereka pergi ke sebuah acara fashion week karena Datta mendapatkan job itu selama 6 bulan
Sebenarnya Pragya juga sempat mendapat tawaran tapi ia menolak, lebih baik ia tidur seharian dikamar daripada harus bekerja
-0-
Abhi hampir saja menabrak seorang perawat yang tengah lari ketakutan
"Tolong aku, tolong aku, ku mohon" Gadis itu menarik-narik lengan Abhi
"Apa yang terjadi?"
"Please, bawa aku pergi "
Gadis itu terisak, Abhi bingung harus apa, tapi ia pun setuju membawa gadis itu
Setelah gadis itu naik ke motornya, ia segera melajukan motor itu dan berhenti disebuah kedai minuman
"Tenang, kau aman disini" kata Abhi
"Terima kasih"
Abhi memberikannya air putih
"Kenapa kau lari begitu?"
Gadis itu meletakkan gelas
"Aku tak tahu harus mengatakan apa padamu"
Abhi melihat sekeliling
"Jika kau mau, kau bisa menceritakan masalahmu dan jika aku bisa, aku akan membantumu" jawab Abhi
Gadis itu menarik nafas panjang dan mengembuskannya
"Namau Aliya, ayah ibuku bercerai sejak aku kecil, dan kini ibu menikah lagi, tapi ayah tiriku sangat kasar, ia seperti ingin menyingkirkanku karena takut aku akan membuat ibu menjauhi anak kandungnya, padahal dari kecilpun aku juga tak dekat dengan ibu, itu yang membuatku sedih, ibu sering membela kakak tiri dan ayahku, aku merasa sendiri" Air mata Aliya mulai bercucuran
"Seandainya ayah masih disampingku, dia pasti membelaku"
Abhi tak banyak bicara ia mendengarkan dengan antusias
"Aku ingin pergi dari rumah tapi selalu saja ketahuan"
"Dan tadi?"
"Aku bekerja di rumah sakit kota, itulah kenapa aku bisa melarikan diri saat ini, tapi tadi orang suruhan ayah tiriku melihatku dan mengejarku. Apa kau bisa membantuku?"
"Bantuan apa yang bisa kulakukan?"
"Biarkan aku tinggal ditempatmu untuk sementara waktu"
"Apa?"
"Atau mungkin kau punya saudara,teman,atau siapapun? Sungguh aku tak berani pulang"
Abhi menatap Aliya dengan iba
"Baiklah nanti kau ikut aku pulang dulu dan akan kupikirkan dimana tempat tinggal yang aman untukmu"
"Terima kasih, terima kasih" Aliya bersyukur ada orang yang menolongnya
-0-
KAMU SEDANG MEMBACA
Hei, Mr. Simple
RomanceHai aku balik lagi nih sama cerita baru Hei, Mr.Simple" Author : Fara Tika PU Shabir A as Abhisek Verma Mishal R as Datta Singh Khurana Sriti J as Pragya Singh Khurana Shikha S as Aliya Batacharjee Dll
