Sinar Bulan

5 1 0
                                        

Kalian tahu kisah putri tidur? Ia yang terkena kutukan,Putri tidur akan bangun ketika pangeran datang untuk menciumnya. Akhirnya nya mereka hidup bersama dan bahagia?

Namun,dalam cerita ini berbeda. Sinar Bulan. Gadis yang kerap di panggil Ulan itu sering tertidur di kelas,dan bahkan sering terlambat datang ke sekolah. Akibatnya ia sudah sering masuk-keluar ruangan BK.

Pagi ini sangat indah,tapi pagi ini tak seindah Rida ibunda Ulan.

"Ulaaaaaaaaaaan" Teriak Rida di kamar Ulan.

Sementara itu diluar,burung-burung di luar yang sedang bertejer di atas atap rumah berterbangan mendengar teriakan Rida.

Ulan, gadis itu masih nyenyak dengan tidurnya. Padahal ini hari Senin pertama nya ia beraktivitas sekolah kembali,karena kemarin libur hari minggu.

"Bangun, bangun! Molor mulu luh kerjaan nya. Nattan udah nungguin eluh sedari tadi di luar neng!". Cibir Rida,tangannya menepuk-nepuk punggung Ulan.

"Etdah. Harus gua apain nih anak,bangke amat tidur nya."Terdiam selama beberapa detik. "Gua punya cara nih,dia paling gak demen dengan cara ini." Rida seperti tengah merencanakan sesuatu,ia masuk ke kamar mandi yang ada di kamar Ulan.

Rida keluar dengan membawa gayung yang berisi air.

Byuuurrr!

"Enyaa hujan,jemuran gue!" Teriak Ulan,wajahnya basah dengan air,begitupun tempat tidurnya basah kuyup.

"Bangun juga luh" Ujar Rida yang kembali menyimpan gayung ke kamar mandi.

Rida sudah kembali dan berada di hadapan Ulan, Wanita yang berusia 30 tahunan tersenyum menyeringai dengan roll-an yang masih bergelantung di rambutnya,pakaian yang bermodalkan daster Rida mirip dengan ibu kos-kosan yang tengah menanggih uang kosan yang menunggak.

*

Ulan mendengkus kesal,bagaimana bisa dirinya terlambat sesering ini. Dengan langkah cepat Ulan keluar dari rumah,berharap sosok Nattan tetangga nya yang selalu menjadi bahan tumpanggan belum berangkat.

Syukurlah.Laki-laki itu masih setia, Gerhana nattan teman dekat dengan Ulan  karena rumahanya berdampingan ​.

"Makannya enya luh ,suruh ganti nama buat luh!". Cibir Nattan di atas motornya.

"Emang nya kenapa?" hardik ulan

"Bulan kan suka begadang di malam hari, pe'a." Genta menepuk pelan dahi Ulan.

Maksud laki-laki itu mengarah ke Bulan yang selalu menerangi di setiap malam.

Gadis itu menggeram gusar.

"Udah ah. Nanti keburu siang." Kata Nattan yang langsung memakai helmnya

*

Ulan menunduk sembari ujung matanya melirik ke arah Nattan yang memasang wajah malas,seolah Nattan sudah bosan dengan situasi seperti ini. Jujur, Ulan dan Nattan menyesal sudah datang terlambat.

Nattan. Cowok itu sering ikut keseret ke ruang BK oleh Ulan, Karena keseringannya Ulan menumpang, membuat laki-laki itu mau tidak mau harus ikut dalam masalah ini. Ini akibatnya jika bagun kesiangan, Ulan sendiri mengetuk-ngetuk pelan kepalanya ke meja yang ada didepannya .

"Percuma disesali juga,emang udah keseringan lo begini." Bisik Nattan ketelinga Ulan

klek!

Pintu terbuka, Bu Mia datang dan wali kelas mereka,mereka berdua sudah tahu pengurus BK yang pedas dengan ucapannya itu. Hening, mereka fokus melihat gerakan Bu Mia,bahkan sampai bu Mia duduk pun mereka hanya pasrah terkulai di kursi,mereka tidak bodoh jika Bu Mia sedang marah.

"Saya sudah kesal terhadap mereka berdua Pak!" Ucap Bu Mia mengawal pembicaraan kepada wali kelas mereka.

"Iya Bu,saya mengerti. Saya sendiripun seperti itu,merasakan apa hal nya yang ibu rasakan!" Pak noke pun angkat bicara dengan sopan dan lirih menunduk dengan kemayunya.

"Saya tidak tahu,harus saya apakan lagi kalian?" Hardik Bu Mia ke arah Natta dan Ulan.

Ulan menunduk,sementara itu Nattan membuang wajah malas.

"Nattan. Kamu dengar apa yang saya ucapkan?" Cecar Bu Mia kearah Genta.

Genta mengangguk.

"Saya beri kalian..."

"Satu permintaan Bu" potong Ulan yang langsung mendapat pelototan dari Bu Mia.

krik...krik...krik

Kemudian Ulan kembali menunduk.

"Kamu tidak tahu kalau saya sedang serius" ucapnya melembut "Saya akan beri kalian Surat peringatan" hardik Bu Mia dengan menggebrak meja.

Pak Noke terperanjat dari tempatnya, wali kelas dengan berdasi kupu-kupu itu mengusap-ngusap dadanya.

Setelahnya Bu Mia pergi dari ruangan.

Sekarang giliran wali kelas mereka yang memberi pencerahan.

Pak Noke duduk di kursi yang tadi di duduki Bu Mia

"Kalian sudah bikin malu bapak...reputasi bapak bisa hancur cuma gara-gara masalah ini" Lagaknya dengan menggibas-gibaskan kipas bulu yang sering ada di genggamanya.

"Iya pak,sebenernya saya juga malas kebabawa sama Ulan." Cibir

Ulan menginjak kaki Nattan dengan sekuat tenaganya, dengan gerakan refleks ia mengangkat sebelah kakinya dan lututnya terbentur meja. Sudah jatuh,tertimpa tangga pula.

Genta meringis kesakitan. Wali kelas kemayu itu memajang wajah ngeri, seolah apa yang dirasakan Nattan disarakan juga olehnya. Pantas saja Murid kelasnya sering mengejek wali kelasnya dengan sebutan,si bapak baperan.

"Rasain lo,lagian gak ada syukur-syukur  nya lo udah gue kasih bensin". Cibir Ulan, ia beranjak pergi dari ruangan itu.

"Ulan. Tungguin gue, woy. kamvret tuh bocah ninggalin gue" Dengus Nattan. Kaki nya terasa berdenyut kencang.

"Bapak kenapa masih disini?" Tanya Nattan.

"Ngeliatin kamu,seperti nya itu sakit" Tunjuk pak noke ke kaki Nattan.

"Banget!" Ucap genta menggeram.

Kemudian Genta keluar dari ruang BK, dengan sebelah kaki di seret.

"Kurang ajar tuh si Bulan,badan nya kecil kaki nya segede apa sih? sampe sakit ini kaki sampai ke ubun-ubun."

*

Sepanjang perjalanan di koridor sekolah, Ulan mengeluarkan sumpah serapah tiada henti. Ulan bahkan tidak peduli dengan pandangan aneh yang di lemparkan siswa lain kepadanya. Bagaimana tidak menjadi pusat perhatian,cewek 11 ips 5 itu dengan cuek berjalan.

Ini untuk yang kesekian kali nya gadis berambut sebahu itu terlambat datang kesekolah.

Bahkan,satu sekolah tidak asing lagi melihat wajah nya yang sering masuk-keluar BK hanya karena masalah yang sama.

*

Hallo gaesss.
Pagi yah,gak tau kalian baca cerita ini kapan,pokoknya jangan lupa yee baca cerita pertama aku ini.

Kalau misalnya nggak suka sama ceritanya? nda papa

Kalian dianjurkan untuk berkomentar

Tapiiiii eh tapiiii
Komentarnya jangan yang pedas, nanti kalau aku mulas bagaimana?

Terus baca tanpa bosan yah teman-teman,di part ke 3 kalian ada di suguhkan dengan Misteri-misteri,pokok nya lanjut saja deh kalian pasti tidak mau beranjak dari tempat.

Terimakasih^^

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 29, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

SINNStories to obsess over. Discover now