Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.

Gudang Sejuta Rasa

528 43 0
                                        

~HAPPY READING GUYS~

Everyone can't feel
Only we can feel it
Couse this is "falling in love"
Between you and I

The First Experience

Inilah duniaku, sederhana tetapi penuh akan kebahagiaan. Dan bersamanya adalah suatu hal terindah yang pernah kumiliki.

Setiap hal kecil yang telah ia lakukan selalu menjadi keistimewaan di mataku. Kali ini ku tegaskan! Bahwa ia berbeda dari yang lainnya. Ia begitu menyayangi serta menjaga dua wanita yang selalu ia panggil dengan sebutan Mama dan Nadin. Itu bukanlah sekedar omongannya belaka, melainkan pembuktian yang selama ini telah ia lakukan.

Begitu liku-liku kehidupan telah membentang jelas, tak kan menggoyahkan tali yang telah kami ikat dengan kuat.

"Ih kamu habis pup ya? Kamar mandinya bau banget." Omelku asal nyeplos sembari menjepit hidung.

Spontan ia membekap mulutku dan menggiringku masuk ke dalam sebuah gudang.

"Aku ngga suka yaa kamu ngomong kayak gitu! Kalau orang lain denger gimana?" Ungkapnya penuh dengan emosi.

"Selama 15 menit kedepan, kamu akan tetap disini bersamaku. Pahamilah kesalahanmu dan mintalah maaf padaku." Tambahnya lagi.

"Abisnya kamu lama banget sih." Elakku

"Cobalah kamu mengerti sebuah kewajaran. Perut aku sakit, sedangkan closet yang ada di toilet bukanlah closet duduk. Aku tak terbiasa akan hal itu." Jelasnya panjang lebar.

Aku hanya terdiam dan terus mengamati tingkahnya. Betapa lucunya ia dengan segala kegengsiannya.

"Kenapa kamu hanya diam?" Tanyanya sembari mengerutkan dahi.

"Lalu aku harus bagaimana? Disini nyaman, hanya saja sedikit kotor." Jawabku santai memerhatikan gudang sekolah ini.

"Kamu aneh ya?" Tanyanya heran.

"Memang benar kan? Aku akan merapikan gudang ini." Jawabku tak mempedulikannya.

Ia hanya terdiam dan terus memperhatikan ulahku yang sedikit aneh baginya.

"Biar aku bantu." Tuturnya dengan nada datar.

"Silahkan." Jawabku dengan senyuman termanis.

Kami begitu bersemangat dalam membersihkan gudang ini, hingga tak sadar telah mendekornya menjadi lebih indah. This is our home dan menjadi bukti akan perkenalan, persahabatan, dan percintaan kami yang telah terukir disini. Semenjak itu, gudang ini selalu menjadi tempat untuk menghabiskan waktu luang kami bersama.

"Huh, akhirnya selesai juga." Tuturnya sembari menyeka keringat didahinya.

"Kamu itu aneh tapi baik. Kalau boleh tau, nama kamu siapa?" Tanyanya.

"Nadin. Kalau kamu?"

"Henry. Henry dan Nadin. Hihihi." Tuturnya.

Kami pun saling tertawa.

"Cari makan yuk? Kita udah ngabisin tenaga buat gudang ini." Ajaknya dengan penuh rasa lelah.

"Iya, boleh. Tapi kemana ya?" Ungkapku bingung.

"Udahlah ikut saja denganku." Spontan ia menarik tanganku dan tersenyum begitu manis.

Jam pulang telah mendukung makan bersama kami untuk pertama kalinya.

Kami menelusuri jalan jalan sempit di desa ini.

"Kita mau kemana sih, Henry?" Tanyaku yang mulai kelelahan.

Ia menarikku dengan berlari-lari kecil, mau tidak mau aku harus mengikutinya.

"Di sana." Tunjuknya tepat pada sebuah warung lesehan yang terdapat di tengah-tengah pematang sawah.

"Eh eh eh!!"

"Nadin!!"

BYUR...

"Ishh, Henry!!"

"Kok kamu mandi lumpur sih? Haha." Henry tertawa lepas.

"Ih dasar! Tolongin atuh." Ungkapku sebal.

"Sini sini. Ulurin tanganmu." Ia mengulurkan tangannya.

Dengan rasa kesal dan usil kutarik tangannya.

BYUR...

"Hiyeeey!!" Teriakku girang.

"Eh, nyebelin juga yaa ini anak." Umpatnya.

"Berbagi itu indah." Jawabku dengan tersenyum lepas.

"Oke oke. Kalau gitu aku mau berbagi lumpur denganmu." Katanya seraya mengambil kepalan lumpur.

"Eits, bentar!! Kita amanin tas dulu." Kataku mengehentikannya.

"Ya sudah. Lempar saja ke rerumputan itu!" Teriaknya.

BRAK...

"Ini lumpur pertamaku untukmu, Princess." Katanya seraya mengusapkan lumpur ke kedua pipiku.

Aku pun tak tinggal diam. Kami saling bermain lumpur di sini. Kami berkejar-kejaran di pematang sawah. Berlarian kesana kemari dan tertawa. (Udah kayak lagu yaa gengs?😄)

"Sini, Nadin!" Pinta Henry.

Aku pun mendatanginya.

"Pejamin mata kamu." Katanya lembut.

Ku pejamkan mataku. Ia membelai lembut rambutku yang sudah kotor karena lumpur. Aku merasakan bahwa ia menyelipkan sesuatu di telingaku.

"Sudah. Sini, lihat kamera." Pintanya.

Ia mengambil handphone dari saku bajunya dan membuka kamera depannya.

Terlihat wajahku yang kumal dengan bunga matahari berukuran sedang terselip di telinga kananku.

"Okey. 3, 2, 1. Senyum!" Ucapnya.

CEKRIK!!

"Kita serasi ya? Kamu terlihat manis, Nadin." Katanya.

"Apaan! Kumal, iya." Aku lupa tak mengkondisikan mulutku yang saat ini mulai meruncing.

"Seriusan deh. Sini lihat aku." Katanya seraya mengahadapkan pundakku di depannya.

Tatapan itu indah. Ku perhatikan satu-satu kedua matanya. Entah mengapa jantungku berdegub sangat kencang.

Oh God, Ini hal terindah yang pernah aku rasakan.

Thaks for gave me your votes
😊

Kesederhanaanmu BahagiakuHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora